Saya tahu dari pengalaman saya sendiri bahwa 'kecerdasan' lebih dari sekadar angka IQ. Faktanya, saya ragu untuk percaya bahwa sistem apa pun benar-benar mencerminkan kompleksitas dan keunikan pikiran seseorang, atau secara bermakna menggambarkan sifat potensinya.

Saya tahu dari pengalaman saya sendiri bahwa 'kecerdasan' lebih dari sekadar angka IQ. Faktanya, saya ragu untuk percaya bahwa sistem apa pun benar-benar mencerminkan kompleksitas dan keunikan pikiran seseorang, atau secara bermakna menggambarkan sifat potensinya.


(I know from my own experience that there is much more to 'intelligence' than an IQ number. In fact, I hesitate to believe that any system could really reflect the complexity and uniqueness of one person's mind, or meaningfully describe the nature of his or her potential.)

πŸ“– Daniel Tammet

🌍 Bahasa inggris  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Penulis

πŸŽ‚ January 31, 1979
(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti pemahaman mendalam tentang sifat kecerdasan manusia yang beraneka segi. Meskipun pengukuran tradisional seperti skor IQ berupaya mengukur kemampuan kognitif, pengukuran tersebut sering kali gagal menangkap kekayaan, kedalaman, dan keragaman pikiran individu. Kecerdasan manusia mencakup wawasan emosional, kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, pemahaman sosial, dan sejumlah sifat lain yang menolak pengukuran sederhana. Gagasan bahwa sistem eksternal dapat sepenuhnya merangkum atau mengevaluasi kompleksitas ini, seperti yang tersirat dalam kutipan tersebut, mungkin tidak realistis. Hal ini mengajak kita untuk mempertimbangkan kembali cara kita memandang dan menghargai kecerdasan, menekankan pentingnya memahami potensi unik setiap orang daripada hanya mengandalkan metrik standar. Potensi manusia sangat terkait dengan pengalaman individu, latar belakang budaya, kedalaman emosi, dan kreativitas bawaan – aspek-aspek yang sulit, bahkan tidak mungkin, untuk dinormalisasi atau diukur. Menyadari kompleksitas ini mendorong pandangan yang lebih penuh kasih dan holistik mengenai kemampuan manusia, mengakui bahwa setiap orang memiliki kualitas dan potensi yang bahkan dapat diabaikan oleh penilaian yang paling canggih sekalipun. Lebih jauh lagi, hal ini menggarisbawahi pentingnya pengalaman pribadi dan kesadaran diri dalam memahami kecerdasan dan potensi, mengingatkan kita bahwa pemahaman sejati berasal dari keterlibatan dan empati. Saat kami terus mengembangkan metode penilaian dan pemahaman baru, perspektif ini menganjurkan kerendahan hati dalam klaim kami dan penghargaan atas keunikan rumit dari setiap pikiran manusia.

Page views
35
Pembaruan
Juli 16, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.