Saya suka membandingkan musim liburan dengan cara seorang anak mendengarkan cerita favorit. Kenikmatannya terletak pada cara cerita dimulai, antisipasi akan alur cerita yang akrab, momen-momen menegangkan yang akrab, serta klimaks dan akhir yang akrab.
(I like to compare the holiday season with the way a child listens to a favorite story. The pleasure is in the familiar way the story begins, the anticipation of familiar turns it takes, the familiar moments of suspense, and the familiar climax and ending.)
Kutipan ini menyoroti aspek kenyamanan dan nostalgia dari musim liburan, menekankan bagaimana keakraban memberikan kegembiraan dan harapan. Ibarat kegembiraan seorang anak mendengarkan cerita favorit—setiap bagian, mulai dari pembukaan hingga klimaks, mempunyai tempat tersendiri di hati. Perayaan sering kali menjadi tradisi yang membangkitkan kehangatan melalui prediktabilitasnya, menciptakan rasa aman dan gembira. Merangkul hal-hal yang akrab memungkinkan kita merasakan keajaiban liburan lebih dalam, memperkuat ikatan dan kenangan berharga. Intinya adalah mengapresiasi momen-momen kecil dan berulang yang menjadikan musim ini bermakna dan istimewa, seperti meninjau kembali kisah tercinta yang tidak pernah kehilangan pesonanya.