Saya berada pada tahap di mana saya merasa perlu melatih kembali pikiran saya, karena sejak awal karir saya, saya telah menjadi seorang pejuang dan sedikit penipu dan seseorang yang berusaha untuk tetap bertahan dalam bisnis ini.
(I'm in a stage where I feel like I need to retrain my mind, because since the beginning of my career, I've been such a fighter and a little hustler and someone who just tried to stay afloat in this business.)
Kutipan ini mencerminkan momen introspeksi dan kesadaran diri yang mendalam. Individu tersebut mengakui bahwa pola pikir mereka yang sudah lama ada berpusat pada ketahanan, ketekunan, dan kemampuan beradaptasi—suatu kebutuhan dalam dunia hiburan atau bisnis yang kompetitif dan seringkali tidak dapat diprediksi. Namun, menyadari perlunya 'melatih kembali' pikiran menunjukkan adanya pergeseran pendekatan, mungkin beralih dari strategi yang hanya bersifat agresif atau berorientasi pada kelangsungan hidup menuju pola pikir yang lebih berkelanjutan atau seimbang. Evolusi ini dapat berasal dari berbagai faktor: kelelahan, penuaan, perubahan tujuan pribadi, atau bahkan perubahan eksternal dalam industri mereka. Transisi seperti ini bukan saja merupakan hal yang wajar namun juga penting bagi pertumbuhan; hal ini menunjukkan kesediaan untuk menerima perubahan dan menumbuhkan ketahanan mental dari sudut pandang yang berbeda. Proses melatih kembali pikiran melibatkan pelepasan keyakinan yang membatasi atau pola lama yang mungkin tidak lagi berguna bagi individu, dan menyambut cara berpikir baru yang memprioritaskan kesejahteraan, kesabaran strategis, dan kecerdasan emosional. Hal ini juga menandakan kesiapan untuk berkembang, mengakui bahwa keterampilan dan pola pikir yang pernah mendorong mereka maju mungkin memerlukan penyempurnaan untuk mempertahankan kesuksesan jangka panjang. Proses ini bisa jadi menantang sekaligus membebaskan, karena memerlukan kerendahan hati dan keterbukaan. Pada akhirnya, ini menggambarkan perjalanan pengembangan diri—sebuah siklus refleksi, adaptasi, dan pembaruan yang berkelanjutan—terutama penting dalam karier dengan tekanan tinggi di mana ketabahan mental adalah kuncinya. Merangkul perubahan tersebut dapat menghasilkan pendekatan yang lebih kaya, lebih tangguh, dan seimbang baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.