Saya tidak dibatasi oleh jenis kelamin saya, dan menurut saya orang lain juga tidak boleh dibatasi. Karena saya seusia saya dan saya termasuk salah satu feminis pertama pasca-hak pilih, saya tidak berjuang untuk membakar bra saya. Para wanita itu bertarung dalam pertarungan itu hanya beberapa detik sebelum saya menjadi wanita dewasa.

Saya tidak dibatasi oleh jenis kelamin saya, dan menurut saya orang lain juga tidak boleh dibatasi. Karena saya seusia saya dan saya termasuk salah satu feminis pertama pasca-hak pilih, saya tidak berjuang untuk membakar bra saya. Para wanita itu bertarung dalam pertarungan itu hanya beberapa detik sebelum saya menjadi wanita dewasa.


(I'm not limited by my gender, and I don't think anyone else should be either. Because I am the age I am and I sort of rode the crest of the first profound post-suffragette feminists, I wasn't fighting to burn my bra. Those women fought that fight just seconds before I came into womanhood.)

(0 Ulasan)

Kutipan ini menggarisbawahi pesan kuat tentang kesetaraan gender dan evolusi gerakan feminis dari waktu ke waktu. Pembicara merefleksikan pengalaman mereka menjadi bagian dari generasi yang mendapat manfaat dari perjuangan keras para feminis sebelumnya, terutama kelompok hak pilih yang berjuang tanpa kenal lelah untuk hak pilih dan emansipasi perempuan. Penyebutan larangan membakar bra menunjukkan pengakuan bahwa aksi protes feminis awal, meskipun ikonik, merupakan simbol dari konteks sejarah tertentu. Pengakuan pembicara mengenai usia dan pergeseran generasi mereka menyoroti bagaimana feminisme telah berkembang dan menjadi lebih terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari, dengan fokus pada kesetaraan dibandingkan tindakan simbolis saja. Hal ini mengundang refleksi mengenai pentingnya mengakui perjuangan di masa lalu dan memahami bagaimana perjuangan tersebut membuka jalan bagi pembicaraan kontemporer seputar peran dan keterbatasan gender. Menganut gagasan non-biner tentang identitas gender dan menolak batasan sosial meneruskan warisan ini, dengan menekankan kebebasan individu dan penentuan nasib sendiri. Kutipan tersebut mendorong kita untuk melihat feminisme sebagai sebuah perjalanan yang berkelanjutan dan bukan sebuah perjuangan yang terbatas, menghormati pengorbanan generasi sebelumnya sambil mendorong kesetaraan inklusif di era modern. Hal ini juga menunjukkan pentingnya menghargai asal usul kita dan mengakui bahwa isu-isu penting di setiap era berkontribusi pada narasi keadilan sosial yang lebih luas. Pada akhirnya, hal ini mengedepankan pesan pemberdayaan: bahwa gender tidak boleh menjadi faktor pembatas, dan prasangka sosial harus dilawan dan dihilangkan demi dunia yang lebih adil.

Page views
124
Pembaruan
Juli 10, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.