Saya seharusnya bersikap netral ketika melakukan pekerjaan saya. Tapi saya seorang penggemar dan saya punya favorit saya.
(I'm supposed to be neutral when I do my job. But I'm a fan and I have my favorites.)
Kutipan ini menyoroti ketegangan antara profesionalisme dan hasrat pribadi. Bahkan ketika kita ditugaskan untuk menjaga ketidakberpihakan, minat dan favorit bawaan kita dapat secara halus memengaruhi cara kita memandang dan terlibat dalam suatu situasi. Ini berfungsi sebagai pengingat bahwa bias, baik disadari atau tidak, adalah sifat alami manusia. Mengenali perasaan-perasaan ini memungkinkan individu untuk mengelolanya dengan lebih baik, mengupayakan keadilan sambil mengakui kecenderungan pribadi. Menerima hasrat kita tidak selalu berarti hal itu mengganggu; sebaliknya, kesadaran akan hal-hal tersebut membantu kita menavigasi peran kita dengan lebih otentik.