Saya pikir novel harus bercerita tentang keberadaan Anda pada saat tertentu. Saya pikir itu benar-benar perlu mewakili rasa sakit tertentu yang Anda alami. itu bukan sekedar cerita.
(I think a novel has to be about where you are at a given moment in time. I think it really needs to represent some specific pain you're going through. it's not just a story.)
Kutipan ini menggarisbawahi pentingnya keaslian dan kebenaran emosional dalam bercerita. Sebuah novel harus mencerminkan pengalaman dan perjuangan asli penulisnya, sehingga memungkinkan pembaca untuk terhubung pada tingkat yang lebih dalam. Hal ini menunjukkan bahwa tulisan yang hebat berasal dari kerentanan dan penderitaan pribadi, mengubah momen individu menjadi kebenaran universal yang bergema di luar konteks langsung penulisnya. Pengisahan cerita yang jujur dapat membangkitkan empati dan pemahaman, menjadikan narasi lebih menarik dan bermakna.