Saya beruntung memiliki seorang ibu yang telah melihat semuanya. Dari melihat kakek saya berbaris di era Hak-Hak Sipil, dia memahami kedalaman, karakter, dan stabilitas yang Anda perlukan untuk melewati rasisme. Dia mengajari saya untuk tidak menerimanya tetapi menghadapinya dan menjadi lebih baik dari itu.

Saya beruntung memiliki seorang ibu yang telah melihat semuanya. Dari melihat kakek saya berbaris di era Hak-Hak Sipil, dia memahami kedalaman, karakter, dan stabilitas yang Anda perlukan untuk melewati rasisme. Dia mengajari saya untuk tidak menerimanya tetapi menghadapinya dan menjadi lebih baik dari itu.


(I was lucky I had a mom who had seen it all. From seeing my grandfather march in the Civil Rights era, she understood the depth, character, and stability you need to go through racism. She taught me not to accept it to but deal with it and be better than it.)

📖 Malcolm Brogdon

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti pentingnya ketahanan antargenerasi dan transmisi kebijaksanaan dalam keluarga yang menghadapi ketidakadilan sosial. Pembicara merefleksikan seorang ibu yang memiliki pemahaman mendalam tentang rasisme, yang dibentuk oleh pengalaman dan warisannya sendiri, termasuk menyaksikan Gerakan Hak Sipil melalui ayahnya. Hal ini menggarisbawahi bagaimana menjalani perjuangan sejarah dapat menumbuhkan kekuatan, kesabaran, dan integritas moral, memberdayakan generasi berikutnya untuk menghadapi prasangka dengan bermartabat dan penuh tekad. Nasihat ibu untuk 'menanganinya dan menjadi lebih baik darinya' menekankan pendekatan proaktif—mengakui adanya kesulitan sistemik namun memilih jalur integritas dan perbaikan diri daripada menyerah atau putus asa. Pola pikir ini dapat menjadi alat yang ampuh bagi komunitas marginal, menginspirasi mereka untuk bangkit dari penindasan melalui ketahanan, pendidikan, dan tindakan positif. Hal ini juga menyoroti pentingnya teladan dan warisan keluarga dalam membentuk nilai-nilai dan strategi penanggulangannya. Pesan tersebut mendorong individu untuk menginternalisasikan rasa keagenan, memandang kesulitan sebagai peluang untuk menunjukkan karakter dan kekuatan. Secara keseluruhan, kutipan tersebut menggambarkan narasi yang memberdayakan tentang mengatasi diskriminasi rasial dengan memahami akar sejarahnya dan menempa jalur keunggulan pribadi yang berakar pada cinta, pengetahuan, dan tekad.

Page views
117
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.