Kalau tidak laku berarti tidak kreatif.
(If it doesn't sell it isn't creative.)
Kutipan ini menekankan pandangan pragmatis tentang kreativitas, terutama di bidang seperti periklanan, pemasaran, dan bisnis. Seringkali, kreativitas dikaitkan dengan orisinalitas, daya tarik estetika, dan pemikiran di luar kotak. Meskipun aspek-aspek ini penting, perspektif Ogilvy mengingatkan kita bahwa tujuan akhir dari upaya kreatif—khususnya dalam konteks komersial—adalah untuk menghasilkan hasil, terutama penjualan dan keterlibatan. Kreativitas tanpa dampak nyata dapat dianggap dangkal atau hanya bersifat artistik. Di dunia yang penuh dengan ide, menonjol saja tidaklah cukup kecuali jika ide tersebut memengaruhi perilaku konsumen.
Dari perspektif yang lebih luas, kutipan ini menantang para pencipta untuk mempertimbangkan tujuan di balik karya mereka. Misalnya, sebuah iklan yang sangat puitis atau memukau secara visual, namun gagal memotivasi pemirsa untuk bertindak atau membeli, tidak tepat sasaran. Kreativitas harus diselaraskan dengan tujuan yang jelas, apakah itu penjualan, kesadaran merek, atau pengaruh di pasar. Ini merupakan seruan untuk menyeimbangkan inovasi artistik dengan efektivitas strategis. Di era di mana merek dinilai berdasarkan hasil yang terukur, wawasan Ogilvy mendorong para pencipta dan pemasar untuk fokus pada dampak praktis tanpa mengorbankan orisinalitas.
Namun sudut pandang ini juga mendorong refleksi terhadap hakikat kreativitas itu sendiri. Apakah semata-mata soal profitabilitas, atau juga mencakup seni, budaya, dan pengayaan pengalaman manusia? Meskipun aspek-aspek ini penting, dalam konteks komersial, bukti kreativitas yang efektif terletak pada kemampuannya untuk terhubung dengan orang-orang dengan cara yang mendorong tindakan. Oleh karena itu, kreativitas tidak boleh dipisahkan dari tujuan komersialnya namun diintegrasikan ke dalamnya. Keseimbangan ini memastikan bahwa upaya kreatif dapat bergema dan berhasil secara nyata, membuktikan bahwa inovasi dan perdagangan dapat hidup berdampingan secara harmonis.
Pada akhirnya, kutipan Ogilvy menganjurkan pendekatan disiplin terhadap kreativitas—pendekatan yang mengakui pentingnya hasil dan efektivitas sebagai tolok ukur kesuksesan kreatif sejati.