Jika Anda bisa mendapatkan sebagian dari uang iblis untuk digunakan dalam pekerjaan Tuhan, jika Anda harus meminjamnya, tidak apa-apa dan lanjutkan pekerjaan itu.

Jika Anda bisa mendapatkan sebagian dari uang iblis untuk digunakan dalam pekerjaan Tuhan, jika Anda harus meminjamnya, tidak apa-apa dan lanjutkan pekerjaan itu.


(If you can get some of the devil's money to use for the Lord's work, if you have to borrow it, it is all right and carry on the work.)

(0 Ulasan)

Kutipan ini mencerminkan pandangan pragmatis mengenai moralitas dan akal dalam mencapai tujuan yang benar. Hal ini menunjukkan bahwa kemurnian etika mungkin bersifat fleksibel ketika hasilnya memberikan manfaat yang lebih besar, seperti memajukan pekerjaan spiritual atau amal. Gagasan bahwa bahkan uang yang diperoleh dari sumber yang meragukan dapat diterima jika digunakan untuk tujuan yang baik menyentuh perdebatan moral yang rumit mengenai tujuan yang menghalalkan cara. Dalam banyak hal, kutipan tersebut menyoroti ketegangan antara idealisme dan keterbatasan di dunia nyata, sehingga mendorong kita untuk mempertimbangkan apakah mengejar tujuan mulia dapat membenarkan pembelokan aturan etika. Hal ini juga mendorong refleksi mengenai sifat pengaruh, kekuasaan, dan kompromi yang terkadang diperlukan dalam kegiatan filantropi atau keagamaan, terutama dalam konteks di mana sumber daya langka. Meskipun beberapa orang mungkin menganggap perspektif ini kontroversial atau bahkan bertentangan dengan prinsip-prinsip integritas, yang lain mungkin melihatnya sebagai pengakuan praktis bahwa kemurnian moral yang sempurna jarang dapat dicapai dalam realitas kehidupan yang kacau balau. Pada akhirnya, kutipan tersebut mendorong pertimbangan etika yang berbeda, mendorong individu untuk lebih fokus pada hasil positif daripada kepatuhan ketat terhadap kemurnian moral ketika tujuan akhirnya adalah pekerjaan yang bermanfaat. Hal ini mengajak kita untuk mendamaikan kenyataan tidak sempurna yang kita hadapi dengan cita-cita yang kita cita-citakan, menyadari bahwa terkadang pilihan yang secara moral ambigu dibuat dalam upaya mencapai kebaikan yang lebih besar. Refleksi semacam ini tetap relevan saat ini, ketika individu dan organisasi menavigasi lanskap moral yang kompleks dalam bidang amal, pembangunan, dan keadilan sosial.

Page views
52
Pembaruan
Juli 18, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.