Jika Anda berfokus pada interaksi yang sangat sempit dan tidak jelas antara siswa, guru mereka, dan kurikulum, Anda mengabaikan 90 persen hal yang memengaruhi kemampuan siswa untuk belajar dan siap menyerap kurikulum tersebut serta berprestasi di sekolah dan mencapai potensi mereka.

Jika Anda berfokus pada interaksi yang sangat sempit dan tidak jelas antara siswa, guru mereka, dan kurikulum, Anda mengabaikan 90 persen hal yang memengaruhi kemampuan siswa untuk belajar dan siap menyerap kurikulum tersebut serta berprestasi di sekolah dan mencapai potensi mereka.


(If you focus on the very narrow, myopic interaction between students, their teachers, and the curriculum, you are ignoring 90 percent of what's affecting that student's ability to learn and be ready to absorb that curriculum and perform well in school and reach their potential.)

📖 Michelle Wu

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

---Michelle Wu--- menyoroti pentingnya mempertimbangkan konteks yang lebih luas yang mempengaruhi keberhasilan siswa. Seringkali, pendidik dan pembuat kebijakan hanya fokus pada interaksi kelas dan kurikulum, namun pandangan ini mengabaikan faktor-faktor seperti kondisi sosial ekonomi, kesehatan mental, dukungan keluarga, sumber daya masyarakat, dan kesenjangan sistemik. Menyadari pengaruh-pengaruh ini memungkinkan dilakukannya pendekatan pendidikan yang lebih holistik, mendorong hasil pembelajaran yang lebih baik dan kesempatan yang adil bagi semua siswa. Mengatasi aspek-aspek sempit saja akan berisiko mengabaikan akar penyebab kesenjangan pendidikan, dan pada akhirnya menghambat upaya untuk mendorong pertumbuhan dan potensi siswa.

Page views
0
Pembaruan
Januari 15, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.