Dalam Gereja, yang dianggap sebagai organisme sosial, misteri pasti merosot menjadi kepercayaan.
(In the Church, considered as a social organism, the mysteries inevitably degenerate into beliefs.)
Kutipan ini menyoroti kecenderungan kebenaran spiritual atau kebenaran mendalam dalam agama yang terorganisir untuk disederhanakan atau direduksi menjadi sekadar keyakinan seiring berjalannya waktu. Ketika sebuah doktrin suci ditafsirkan melalui kacamata dinamika sosial dan tradisi komunal, terdapat risiko bahwa aspek-aspek yang awalnya bersifat mistik atau mendalam menjadi dogmatis dan dogma-dogma dapat didahulukan daripada pemahaman yang sejati. Hal ini berfungsi sebagai pengingat untuk mencari esensi di balik praktik keagamaan dan mempertanyakan bagaimana tradisi komunal terkadang mengaburkan pesan-pesan inti spiritual. Mempertahankan kesadaran akan kecenderungan ini mendorong orang-orang percaya dan lembaga-lembaga untuk menjaga keaslian pengalaman rohani mereka lebih dari sekedar kepatuhan doktrinal.