Dalam dunia komputasi praktis, jarang sekali suatu program, setelah dijalankan dengan benar dan memuaskan, tetap tidak berubah selamanya.
(In the practical world of computing, it is rather uncommon that a program, once it performs correctly and satisfactorily, remains unchanged forever.)
Kutipan ini menyoroti aspek mendasar dari pengembangan dan pemeliharaan perangkat lunak: sifat dinamis dari program. Bahkan ketika suatu program pada awalnya benar dan memenuhi semua standar yang disyaratkan, program tersebut jarang tetap statis seiring berjalannya waktu. Berbagai faktor berkontribusi terhadap perubahan abadi ini. Sebagai permulaan, teknologi itu sendiri berkembang pesat; perangkat keras, perpustakaan, dan kerangka kerja baru muncul, menuntut pembaruan atau adaptasi terhadap kode yang ada. Selain itu, kebutuhan dan ekspektasi pengguna sering kali berubah, sehingga menyebabkan pengembang memodifikasi perangkat lunak untuk meningkatkan kegunaan, fungsionalitas, atau keamanan.
Selain itu, bug dan kerentanan keamanan ditemukan setelah penerapan sehingga memerlukan perbaikan dan pembaruan. Proses penyempurnaan yang berulang ini menggarisbawahi pentingnya menjaga fleksibilitas dalam desain perangkat lunak. Hal ini juga menekankan perlunya kontrol versi, pengujian, dan praktik integrasi berkelanjutan untuk mengelola perubahan yang sedang berlangsung secara bertanggung jawab.
Perubahan yang berkelanjutan mencerminkan pemahaman bahwa perangkat lunak harus beradaptasi agar dapat bertahan dan tetap berguna dalam lingkungan yang terus berkembang. Sebuah program yang tidak berubah meskipun kondisinya berubah, berisiko menjadi usang atau tidak aman. Menganut filosofi ini memungkinkan pengembang untuk mendorong inovasi dan daya tanggap. Hal ini mengingatkan kita bahwa kebenaran awal suatu program hanyalah sebuah tonggak sejarah, bukan sebuah titik akhir. Menemukan kembali, memperbarui, dan menyempurnakan kode adalah bagian tak terpisahkan dari manajemen siklus hidup perangkat lunak yang efektif.
Dalam konteks yang lebih luas, wawasan ini melampaui rekayasa perangkat lunak, yang menggambarkan bagaimana sistem—baik teknologi, organisasi, atau bahkan personal—harus berkembang agar tetap relevan. Perubahan yang tidak dapat dihindari adalah prinsip inti yang mengedepankan kelincahan, ketahanan, dan adaptasi proaktif sebagai kunci kesuksesan berkelanjutan.