Inflasi sama kejamnya dengan perampok, menakutkan seperti perampok bersenjata, dan sama mematikannya dengan pembunuh bayaran.

Inflasi sama kejamnya dengan perampok, menakutkan seperti perampok bersenjata, dan sama mematikannya dengan pembunuh bayaran.


(Inflation is as violent as a mugger, as frightening as an armed robber and as deadly as a hit man.)

📖 Ronald Reagan

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Presiden

🎂 February 6, 1911  –  ⚰️ June 5, 2004
(0 Ulasan)

Kutipan ini dengan jelas menggambarkan sifat inflasi yang berbahaya dan merusak dalam suatu perekonomian. Sama seperti perampok atau perampok bersenjata, inflasi dapat muncul secara tiba-tiba dan mengancam keamanan finansial individu dan bisnis. Ketika harga naik dengan cepat dan tidak dapat diprediksi, daya beli berkurang, sehingga menyulitkan rumah tangga untuk merencanakan masa depan atau mempertahankan standar hidup mereka. Perbandingan dengan pembunuh bayaran menekankan dampak mematikan inflasi terhadap tabungan dan akumulasi kekayaan—mengikis kekayaan dengan efisiensi yang sama kejamnya. Secara historis, skenario hiperinflasi telah menghancurkan perekonomian, menyebabkan keresahan sosial, hilangnya kepercayaan terhadap sistem moneter, dan kesulitan yang meluas. Bahkan inflasi yang moderat, jika tidak dikendalikan, dapat mendorong pembelanjaan dan peminjaman yang sembrono, mendistorsi keputusan investasi, dan menciptakan ketidakpastian perekonomian. Metafora tersebut mengingatkan kita bahwa dampak buruk inflasi tidak selalu terlihat secara langsung, namun dapat berakibat fatal seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, para pembuat kebijakan harus bekerja keras untuk menjaga inflasi pada tingkat yang terkendali, dengan memahami bahwa pengabaian dapat mengakibatkan konsekuensi jangka panjang seperti kekerasan. Mengelola inflasi memerlukan keseimbangan kebijakan moneter, kehati-hatian fiskal, dan tata kelola yang transparan, namun masih terdapat bahaya bahwa inflasi dapat menjadi tidak terkendali, serupa dengan tindak pidana kekerasan yang mengancam stabilitas dan keselamatan kehidupan masyarakat. Menyadari potensi dampak buruk inflasi mendorong kebijakan ekonomi yang bijaksana yang memprioritaskan stabilitas, menjaga tabungan, dan memastikan pertumbuhan berkelanjutan bagi seluruh anggota masyarakat.

Page views
39
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.