Hal ini selalu terjadi ketika orang Kristen melihat ke belakang, dia sedang melihat pengampunan dosa.

Hal ini selalu terjadi ketika orang Kristen melihat ke belakang, dia sedang melihat pengampunan dosa.


(It is always the case that when the Christian looks back, he is looking at the forgiveness of sins.)

📖 Karl Barth


🎂 May 10, 1886  –  ⚰️ December 10, 1968
(0 Ulasan)

Kutipan dari Karl Barth ini mengajak kita untuk merenungkan pentingnya ingatan dan refleksi dalam iman Kristen. Melihat ke belakang, dalam konteks ini, mengacu pada tindakan mengenang—khususnya penyaliban, kebangkitan, dan tindakan pengampunan ilahi yang mendefinisikan Kekristenan. Menekankan bahwa umat Kristiani melihat kembali pengampunan dosa menggarisbawahi bagaimana mengingat bukan hanya tentang mengingat peristiwa-peristiwa sejarah tetapi tentang memasuki pengalaman rahmat dan penebusan saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa iman berakar pada pengakuan bahwa dosa telah diampuni, yang memberikan harapan, kepastian, dan bimbingan moral bagi orang percaya. Melalui tindakan melihat ke belakang ini, umat Kristiani menegaskan kepercayaan mereka pada belas kasihan Tuhan dan kekuatan pengampunan yang transformatif. Hal ini juga menekankan bahwa pengampunan adalah inti dari keselamatan dan prinsip panduan untuk menjalani kehidupan yang bermoral. Merenungkan dosa-dosa masa lalu dan pengampunan Tuhan mendorong kerendahan hati dan rasa syukur, menumbuhkan rasa pembaharuan dan komitmen terhadap pertumbuhan rohani. Selain itu, hal ini menyoroti sifat siklus iman: mengingat tindakan kasih karunia ilahi di masa lalu akan menopang iman orang percaya dan memotivasi perjalanan spiritual mereka yang berkelanjutan. Pada akhirnya, perspektif ini mengajak umat Kristiani untuk terus meninjau kembali pesan inti pengampunan dan kasih karunia, yang menjadi landasan hubungan mereka dengan Tuhan dan sesama. Refleksi seperti ini tetap penting karena hal ini menyelaraskan tindakan mereka saat ini dengan janji penebusan yang abadi, memastikan bahwa mereka tidak hidup dalam rasa bersalah namun dalam rasa syukur atas kemurahan Tuhan yang tak terbatas.

Page views
43
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.