Jepang, bukan hanya kota besar yang sibuk dan kaya akan elektronik dan efisiensi, sebenarnya memiliki apresiasi yang hampir sakral terhadap alam. Seseorang harus melakukan perjalanan ke luar Tokyo untuk benar-benar merasakan 'Jepang kuno' dan yang lebih penting lagi merasakan aspek-aspek budaya Jepang ini.
(Japan, not only a mega - busy city that thrives on electronics and efficiency, actually has an almost sacred appreciation of nature. One must travel outside of Tokyo to truly experience the 'old Japan' and more importantly feel these aspects of Japanese culture.)
Jepang sering digambarkan sebagai masyarakat futuristik yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan pusat kota yang ramai, khususnya Tokyo. Namun, kutipan ini dengan indah menyoroti bagian yang kontras namun sangat integral dari identitas Jepang—penghormatan terhadap alam dan warisan budaya. Hal ini menunjukkan hidup berdampingan antara modernitas dan tradisi yang mendefinisikan sebagian besar masyarakat Jepang. Kota-kota yang ramai mewakili kemajuan dan inovasi, namun melangkah lebih jauh dari lanskap perkotaan ini memungkinkan seseorang untuk terhubung dengan aspek semangat Jepang yang tak lekang oleh waktu—lanskap, situs bersejarah, dan praktik budaya yang mengakar kuat.
Refleksi ini mengingatkan kita bahwa esensi sejati suatu bangsa sering kali terletak di luar apa yang tampak di permukaan. Bagi Jepang, "Jepang kuno" tidak akan pernah ditemukan di gedung pencakar langit atau perangkat elektronik, melainkan di tamannya yang tenang, kuil-kuil kuno, dan rasa hormat terhadap alam yang meresap dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menantang pengunjung dan pengagum untuk melihat melampaui permukaan dan terlibat dengan pengalaman inti suatu budaya untuk benar-benar memahaminya. Kutipan ini menyerukan perjalanan yang penuh perhatian dan eksplorasi budaya, menekankan bahwa untuk benar-benar menghargai Jepang (atau budaya apa pun), seseorang harus membenamkan diri dalam sejarah, tradisi, dan alam sekitarnya.
Dalam arti yang lebih luas, pengamatan ini dapat menginspirasi kita untuk mencari keseimbangan dalam hidup kita, menghargai kenyamanan hidup modern dan ketenangan yang ditawarkan oleh alam dan tradisi. Perpaduan antara efisiensi dan apresiasi sakral Jepang terhadap alam menawarkan pelajaran dalam menjaga keselarasan antara kemajuan dan pelestarian.
---Apolo Ohno---