Yesus tidak pernah memerintahkan manusia untuk melakukan apa yang benar karena hal itu benar; namun inilah alasan sebenarnya mengapa mereka harus melakukannya.
(Jesus never instructed men to do what was right because it was right; yet this is the true reason why they should do it.)
Kutipan ini mendorong kita untuk mempertimbangkan motivasi yang lebih dalam di balik tindakan moral dan perilaku etis. Pada pandangan pertama, hal ini mungkin tampak menyarankan perbedaan antara melakukan apa yang benar karena kewajiban dan memahami alasan yang lebih mendalam untuk bertindak secara etis. Ini menantang pembaca untuk memeriksa apakah perilaku moral harus didorong oleh perintah eksternal atau pemahaman intrinsik tentang kebenaran. Penekanannya pada apa yang Yesus