Janganlah kita melihat ke belakang dalam kemarahan atau ke depan dalam ketakutan, tetapi sekeliling kita dalam kesadaran.
(Let us not look back in anger nor forward in fear but around us in awareness.)
Kutipan dari James Thurber ini berfungsi sebagai pengingat mendalam akan kekuatan kehadiran dan perhatian dalam hidup kita. Hal ini mendorong kita untuk melepaskan rantai keluhan di masa lalu dan kecemasan di masa depan—keduanya dapat menguras energi mental dan emosional kita—dengan menumbuhkan kesadaran yang jelas dan terfokus akan momen saat ini. Kemarahan terhadap masa lalu dapat mengaburkan penilaian kita dan menghalangi penyembuhan, sementara ketakutan akan masa depan dapat melumpuhkan kita dan menghambat kemajuan. Kata-kata Thurber mengajak kita untuk melampaui kedua ekstrem ini dengan mengambil sikap sadar dan penuh perhatian. Hidup "di sekitar kita dalam kesadaran" berarti mengembangkan pemahaman dan apresiasi terhadap lingkungan sekitar, pengalaman, dan interaksi terdekat, sehingga menumbuhkan pola pikir yang seimbang dan membumi.
Di dunia yang penuh dengan gangguan dan ketidakpastian, kutipan ini sangat bergema sebagai panduan untuk menempatkan diri kita di sini dan saat ini. Kesadaran tidak hanya membantu kita menavigasi masa kini dengan lebih terampil namun juga membentengi kita secara emosional terhadap gejolak yang dipicu oleh penyesalan atau ketakutan. Kehadiran kita memupuk empati, wawasan, dan kejelasan, yang meningkatkan kemampuan kita untuk membuat pilihan secara sadar dan penuh kasih.
Selain itu, pendekatan ini selaras dengan banyak ajaran spiritual dan filosofis yang menekankan perhatian dan kehadiran sebagai kunci menuju kehidupan yang penuh kebahagiaan dan kepuasan. Formulasi Thurber yang sederhana namun berdampak secara ringkas merangkum sebuah pelajaran abadi: kedamaian dan efektivitas kita terletak pada perhatian kita. Mempraktikkan kesadaran memungkinkan kita memanfaatkan kekayaan setiap momen, menciptakan kehidupan dengan lebih sedikit penderitaan dan lebih banyak koneksi.