Hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan dengan menyesali masa lalu.
(Life is too precious to waste any of it regretting the past.)
Kutipan dari Gordon Savage ini berfungsi sebagai pengingat yang pedih akan nilai inheren kehidupan dan kesia-siaan terus memikirkan penyesalan di masa lalu. Setiap momen yang kita jalani adalah peluang penting untuk bertumbuh, berubah, dan menciptakan pengalaman baru. Ketika kita terlalu fokus pada apa yang telah terjadi – terutama dalam sudut pandang negatif – kita sering kehilangan kesempatan untuk sepenuhnya menerima dan menghargai masa kini. Penyesalan bisa menjadi beban yang berat, membebani pikiran dan menghalangi kita untuk melangkah maju. Sebaliknya, mengadopsi pola pikir yang menghargai betapa berharganya kehidupan akan mendorong kita untuk menyalurkan energi kita ke dalam tindakan konstruktif dan berpikir positif. Hal ini mengundang kita untuk mengakui kesalahan atau kesulitan di masa lalu tanpa membiarkannya menentukan atau memenjarakan masa depan kita. Dengan melepaskan penyesalan, kita membuka kehidupan yang lebih bebas, lebih ringan, dan lebih terarah, yang berfokus pada kemungkinan-kemungkinan di masa depan. Perspektif ini tidak berarti mengabaikan pelajaran dari masa lalu, melainkan mendorong penggunaan pelajaran tersebut untuk memperkaya hidup kita tanpa terikat secara emosional pada hal-hal yang tidak dapat diubah. Intinya, kutipan ini memperjuangkan perhatian, rasa syukur, dan fokus untuk hidup sepenuhnya di masa sekarang, menggunakan waktu kita dengan bijak karena betapa berharganya hidup berarti kita tidak boleh menyia-nyiakan penyesalan atau kesedihan atas apa yang telah berlalu. Merangkul pandangan ini dapat menumbuhkan ketahanan, harapan, dan apresiasi yang lebih mendalam terhadap perjalanan kita yang cepat berlalu.