Budaya saya berasal dari mana-mana. Saya muak dengan gagasan tentang kebangsaan, bahwa jika Anda dibesarkan di kota atau negara yang sama, Anda sama. Bahkan tiga anak yang dibesarkan dalam keluarga yang sama dengan gen yang sama, mereka tidaklah sama. Anggap saja manusia adalah manusia.

Budaya saya berasal dari mana-mana. Saya muak dengan gagasan tentang kebangsaan, bahwa jika Anda dibesarkan di kota atau negara yang sama, Anda sama. Bahkan tiga anak yang dibesarkan dalam keluarga yang sama dengan gen yang sama, mereka tidaklah sama. Anggap saja manusia adalah manusia.


(My culture comes from everywhere. I'm sick of this notion of nationality, that if you're brought up in the same city or same country you're the same. Even three kids brought up in the same family with the same genes, they are not the same. Just consider a human a human.)

📖 Marjane Satrapi

 |  👨‍💼 Artis

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti sifat identitas budaya yang cair dan beragam. Hal ini menantang gagasan yang membatasi bahwa kebangsaan hanya menentukan identitas seseorang, dan sebaliknya menekankan pada beragamnya pengaruh yang membentuk kita. Kesadaran bahwa bahkan saudara kandung dengan genetika yang sama bisa sangat berbeda menggarisbawahi pentingnya pengalaman individu dibandingkan label yang sederhana. Pandangan seperti ini menumbuhkan perspektif yang lebih inklusif dan berpikiran terbuka, mendorong kita untuk melihat manusia sebagai entitas unik yang melampaui batas atau kategori yang dangkal. Merangkul keberagaman ini dapat menghasilkan pemahaman dan empati yang lebih besar antar budaya.

Page views
0
Pembaruan
Januari 02, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.