Filosofi saya adalah keakraban melahirkan rasa jijik.
(My philosophy is familiarity breeds contempt.)
Kutipan ini menyoroti kecenderungan orang untuk menganggap remeh hal-hal atau individu yang mereka kenal dekat atau menjadi kurang hormat karena paparan berlebihan. Ini berfungsi sebagai pengingat untuk menghargai dan menghargai hubungan dan harta benda sebelum keakraban mengurangi nilainya. Memahami hal ini dapat mendorong interaksi yang penuh perhatian dan rasa syukur, mencegah rasa puas diri mengikis rasa hormat dan kasih sayang yang tulus.