Satu ungkapan yang sangat ingin saya masukkan ke dalam kaleng adalah 'Out of the Box'. Pemikiran yang mengatakan bahwa kita harus menginvasi Irak dan bahwa harga rumah tidak akan pernah turun mungkin adalah hal yang tidak masuk akal, namun hal ini justru membuat kita terjerumus ke dalam jurang kehancuran. Kita telah disesatkan oleh orang-orang yang meyakinkan kita bahwa mereka memahami hal-hal yang tidak kita pahami.
(One phrase I would dearly like to consign to the can is 'Out of the Box.' The thinking that told us we should invade Iraq and that house prices never decline may have been out of the box, but it put us into the ditch. We have been badly misled by people who persuaded us that they understood things we didn't.)
Kutipan ini secara kritis mengkaji kecenderungan kita untuk mengadopsi ide-ide yang tidak konvensional atau 'out-of-the-box' tanpa sepenuhnya mempertimbangkan konsekuensinya. Hal ini menyoroti bagaimana pemikiran seperti itu dapat mengarah pada keputusan yang membawa bencana, seperti invasi ke Irak atau perkiraan keuangan yang tidak realistis. Penulis menyiratkan bahwa menantang kearifan konvensional memang perlu, namun harus didukung oleh pemahaman yang baik dan evaluasi kritis, bukan slogan-slogan yang menyederhanakan. Menyadari keterbatasan pengetahuan kita dan bahaya dari kepatuhan membabi buta terhadap ide-ide trendi sangatlah penting untuk menghindari kesalahan dan membuat keputusan yang tepat.