Panem et Circenses diterjemahkan menjadi 'Roti dan Sirkus.' Penulis mengatakan bahwa sebagai imbalan atas perut kenyang dan hiburan, rakyatnya telah melepaskan tanggung jawab politik dan kekuasaan mereka.
(Panem et Circenses translates into 'Bread and Circuses.' The writer was saying that in return for full bellies and entertainment, his people had given up their political responsibilities and therefore their power.)
“Panem et Circenses,” yang berarti ‘Roti dan Sirkus’, mencerminkan gagasan bahwa masyarakat memprioritaskan kebutuhan dasar dan hiburan mereka dibandingkan keterlibatan politik. Penulis berpendapat bahwa dengan berfokus pada memuaskan rasa lapar dan menikmati gangguan, masyarakat telah melepaskan tanggung jawabnya dan, akibatnya, kekuasaannya. Konsep ini menekankan risiko sikap apatis dalam pemerintahan dan kewajiban sipil.
Dalam konteks "Ender's Game", gagasan ini berfungsi sebagai kisah peringatan tentang konsekuensi menghargai kenyamanan dan hiburan dengan mengorbankan partisipasi aktif dalam masyarakat. Kisah ini menggambarkan potensi bahaya jika membiarkan rasa berpuas diri melemahkan peran seseorang dalam membentuk masa depan, dan menyoroti pentingnya menjaga kesadaran dan tanggung jawab dalam demokrasi yang berfungsi.