Kapal itu sangat berat sebagai siswa tanpa makan malam dengan kepalanya penuh dengan Aristoteles.
(The ship was top heavy as a dinnerless student with his head full of Aristotle.)
Dalam "Moby-Dick" Herman Melville, perbandingan metaforis kapal dengan seorang siswa yang berat menggambarkan ketidakseimbangan dan ketidakstabilan di dalam kapal. Sama seperti seorang siswa yang sarat dengan pikiran filosofis tidak stabil tanpa pengalaman praktis, kapal menghadapi tantangan karena desainnya. Gambaran ini membangkitkan rasa kecanggungan dan kerentanan, menunjukkan bahwa pengetahuan tanpa keseimbangan dapat menyebabkan gejolak.
Referensi ini menyoroti tema penjangkauan dan konsekuensi dari ambisi. Ini menekankan betapa pemahaman teoretis yang berlebihan, seperti kelebihan berat kapal, dapat menyebabkan hasil yang menghancurkan. Pengamatan Melville berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya kebijaksanaan praktis di samping pengejaran intelektual.