Pajak itu seperti aborsi, dan bukan hanya karena keduanya merupakan prosedur buruk yang didukung oleh Partai Demokrat. Anda mendukung atau menentang mereka. Pajak naik atau turun; pemerintah menaikkan atau menurunkan pajak. Namun Partai Demokrat tidak akan membiarkan kata 'aborsi' atau 'kenaikan pajak' keluar dari mulut mereka.
(Taxes are like abortion, and not just because both are grotesque procedures supported by Democrats. You're for them or against them. Taxes go up or down; government raises taxes or lowers them. But Democrats will not let the words 'abortion' or 'tax hikes' pass their lips.)
Kutipan ini menyajikan perbandingan yang provokatif antara pajak dan aborsi, yang menunjukkan bahwa kedua isu tersebut merupakan topik yang sangat dipolitisasi dan bermuatan emosional sehingga para politisi seringkali enggan untuk membahasnya secara terbuka. Penulis menggarisbawahi sifat biner dari perdebatan ini—orang cenderung berpihak pada satu pihak atau pihak lain, sehingga tidak ada ruang untuk diskusi yang berbeda. Kebijakan pajak yang digambarkan meningkat atau menurun menunjukkan persepsi adanya pilihan yang jelas dan seringkali dipengaruhi oleh agenda politik, terutama di lingkungan Partai Demokrat. Pernyataan tersebut juga menyiratkan standar ganda dalam wacana politik; isu-isu sensitif tertentu seperti aborsi dan kenaikan pajak digambarkan sengaja dihindari atau diminimalkan oleh Partai Demokrat, mungkin untuk mencegah reaksi balik atau kontroversi. Bahasa yang digunakan sengaja bersifat provokatif, bertujuan untuk membangkitkan reaksi keras dengan menyamakan kompleksitas dan argumen moral seputar kedua topik tersebut dengan sesuatu yang aneh. Hal ini menyoroti lingkungan wacana politik Amerika yang terpolarisasi, di mana setiap isu tampaknya menjadi medan pertempuran kesetiaan ideologis. Kutipan ini mendorong refleksi tentang bagaimana narasi politik dibentuk dan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam membahas isu-isu kontroversial. Hal ini mungkin juga akan mendorong pertimbangan lebih dalam mengenai bagaimana bahasa dan pembingkaian mempengaruhi persepsi masyarakat, terutama seputar polarisasi kebijakan.
---Ann Coulter---