Hal terbaik yang kadang-kadang dapat Anda lakukan adalah belajar mengambil napas, menghitung sampai sepuluh dan menerima saja upaya itu, tidak, suami Anda tidak akan pernah belajar untuk tidak menjatuhkan handuk basah ke tempat tidur. Penerimaan itu juga dianggap sebagai penyelesaian suatu pertarungan.

Hal terbaik yang kadang-kadang dapat Anda lakukan adalah belajar mengambil napas, menghitung sampai sepuluh dan menerima saja upaya itu, tidak, suami Anda tidak akan pernah belajar untuk tidak menjatuhkan handuk basah ke tempat tidur. Penerimaan itu juga dianggap sebagai penyelesaian suatu pertarungan.


(The best you can sometimes do is learn to take a breath, count to ten and simply accept that try as you might, no, your husband will never, ever learn not to drop a wet towel on the bed. That acceptance too counts as resolving a fight.)

📖 Jeffrey Kluger

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Penulis

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti pentingnya kesabaran dan penerimaan dalam hubungan sehari-hari. Seringkali, kita menghadapi masalah-masalah kecil yang berulang-ulang, yang meskipun terlihat sepele, namun dapat menumpuk dan menimbulkan ketegangan. Daripada terus-menerus mempermasalahkan gangguan kecil ini, pesan tersebut menyarankan bahwa memilih untuk menerimanya bisa menjadi pilihan yang bijaksana. Mengambil napas dan menghitung sampai sepuluh merupakan teknik sederhana namun ampuh untuk menenangkan diri dan mendapatkan perspektif. Ketika kita menerima, alih-alih menentang, ketidaksempurnaan atau kebiasaan kecil ini, kita meningkatkan kecerdasan emosional kita dan memupuk hidup berdampingan dengan lebih damai. Hal ini menekankan bahwa terkadang, melepaskan kebutuhan akan kesempurnaan dan mempraktikkan toleransi dapat menghasilkan hubungan yang lebih sehat. Pendekatan ini tidak menyiratkan sikap pasrah atau apatis, namun mengakui pentingnya memilih pertempuran dengan bijak. Seiring waktu, penerimaan seperti itu dapat mencegah konflik yang tidak perlu, menjaga sumber daya emosional, dan menumbuhkan saling pengertian. Hal ini mengingatkan kita bahwa tidak setiap perselisihan memerlukan penyelesaian demi penyelesaian; sebaliknya, memilih perdamaian dan kesabaran bisa menjadi bentuk resolusi itu sendiri. Dengan cara ini, kutipan tersebut menyentuh tantangan universal dalam mengelola frustrasi dalam hubungan dekat dan mempromosikan pola pikir penerimaan dan humor daripada frustrasi dan konflik.

Page views
304
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.