Orang Kristen mengalami dan menjalani sebuah paradoks. Dia memiliki kegembiraan dalam kesedihan, kepuasan dalam pengasingan, terang dalam kegelapan, kedamaian dalam kekacauan, penghiburan dalam kekeringan, kepuasan dalam kesakitan dan harapan dalam kesedihan.

Orang Kristen mengalami dan menjalani sebuah paradoks. Dia memiliki kegembiraan dalam kesedihan, kepuasan dalam pengasingan, terang dalam kegelapan, kedamaian dalam kekacauan, penghiburan dalam kekeringan, kepuasan dalam kesakitan dan harapan dalam kesedihan.


(The Christian experiences and lives a paradox. He possesses joy in sorrow, fulfillment in exile, light in darkness, peace in turmoil, consolation in dryness, contentment in pain and hope in desolation.)

📖 Mother Angelica

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyentuh sifat paradoks yang mendalam dalam kehidupan Kristen, di mana umat beriman menemukan kekuatan dan berkat di tengah kesulitan yang tampaknya menghalangi mereka. Hal ini menunjukkan ketangguhan dan kedalaman keimanan yang memungkinkan seorang mukmin untuk merasakan kegembiraan bahkan ketika diliputi oleh kesedihan, dan untuk mengalami rasa kepuasan yang mendalam saat tinggal di pengasingan atau terpisah dari apa yang dianggap sebagai kenyamanan atau rumah.

Gambaran terang di tengah kegelapan, kedamaian di tengah kekacauan, dan penghiburan di tengah kekeringan merupakan perwujudan keyakinan spiritual bahwa kehadiran dan rahmat Tuhan tidak berkurang di masa-masa sulit; sebaliknya, hal-hal tersebut menjadi lebih nyata dan transformatif di tengah kesulitan. Paradoks ini menyoroti transendensi yang melampaui pemahaman manusia belaka—kepuasan dan harapan sejati tidak bergantung pada keadaan yang menguntungkan namun berasal dari sumber spiritual batin.

Hal ini juga menyarankan suatu ajakan untuk melihat penderitaan dan pencobaan bukan hanya sebagai hambatan, namun sebagai peluang untuk pertumbuhan rohani dan kepercayaan yang lebih dalam. Kepedihan dan kesedihan, sering kali dipandang sebagai keadaan yang benar-benar negatif, di sini menjadi kondisi yang menumbuhkan harapan, yang menunjukkan adanya dinamika mendalam dan misterius yang sedang bekerja dalam perjalanan spiritual umat Kristiani. Perspektif ini mendorong orang-orang beriman untuk merangkul seluruh spektrum pengalaman hidup dengan iman, memandangnya sebagai bagian integral dari kedewasaan rohani mereka dan persatuan dengan Yang Ilahi.

Page views
156
Pembaruan
Juni 01, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.