Alkitab Kristen adalah toko obat. Isinya tetap sama, namun praktik medisnya berubah.

Alkitab Kristen adalah toko obat. Isinya tetap sama, namun praktik medisnya berubah.


(The Christian's Bible is a drug store. Its contents remain the same, but the medical practice changes.)

📖 Mark Twain

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Penulis

🎂 November 30, 1835  –  ⚰️ April 21, 1910
(0 Ulasan)

Kutipan Mark Twain menggambarkan analogi yang menarik antara Alkitab dan toko obat, yang menyatakan bahwa meskipun isi Alkitab tetap konstan, penafsiran dan penerapannya oleh para pengikutnya bervariasi dari waktu ke waktu. Metafora ini mengundang kontemplasi mendalam tentang bagaimana teks-teks keagamaan, meski dalam bentuk tulisan statis, menjadi dokumen hidup yang dibentuk oleh konteks budaya, sosial, dan sejarah penafsirnya. Sama seperti toko obat yang menyimpan persediaan obat-obatan yang penggunaan dan rekomendasinya dapat berkembang seiring dengan kemajuan pengetahuan medis, Alkitab berisi pengajaran abadi yang relevansi dan pemahamannya dapat berubah seiring dengan perubahan norma-norma masyarakat dan perspektif individu.

Wawasan ini sangat menyentuh di dunia di mana agama, spiritualitas, dan keyakinan sering kali bersinggungan dengan wacana etika, ilmiah, dan politik yang terus berkembang. Buku ini menantang pembaca untuk mempertimbangkan dinamika antara teks-teks kitab suci yang tidak dapat diubah dan kerangka kerja yang dapat berubah di mana mereka terlibat. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang hakikat kebenaran ilahi—apakah kebenaran itu mutlak dan tidak berubah, atau apakah maknanya memerlukan penafsiran ulang agar tetap relevan dan menyembuhkan?

Selain itu, perbandingan tersebut secara halus menunjukkan potensi bahaya dan manfaat yang melekat dalam proses ini. Ibarat obat, yang jika diterapkan secara salah dapat menimbulkan kerugian, penafsiran yang kurang hikmah atau konteksnya dapat menimbulkan kesalahpahaman atau konflik. Sebaliknya, keterlibatan yang bijaksana dan penuh kasih sayang dengan kitab suci dapat memupuk iman dan memberikan bimbingan.

Intinya, analogi Mark Twain mendorong kerendahan hati dan kesadaran di antara orang-orang beriman dan pengamat, mengingatkan kita bahwa kehadiran teks-teks suci yang bertahan lama hanyalah satu bagian dari dialog spiritual dan budaya yang lebih besar yang terus berkembang. Hal ini mendorong kita untuk menyadari bagaimana kita “mempraktikkan pengobatan” iman dan kitab suci dalam kehidupan kontemporer.

Page views
81
Pembaruan
Juni 06, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.