Iblis sebaiknya membiarkan Paulus sendirian, karena dia baru saja masuk penjara tetapi dia gagal dalam khotbah, yang membuat gerbang penjara Setan terbuka, dan orang-orang berdosa yang malang pun muncul.

Iblis sebaiknya membiarkan Paulus sendirian, karena dia baru saja masuk penjara tetapi dia gagal dalam khotbah, yang membuat gerbang penjara Setan terbuka, dan orang-orang berdosa yang malang pun muncul.


(The devil had as good have let Paul alone, for he no sooner comes into prison but he falls a preaching, at which the gates of Satan's prison fly open, and poor sinners come forth.)

📖 William Gurnall

🌍 Bahasa inggris  |  👨‍💼 Pengarang

(0 Ulasan)

Kutipan ini dengan jelas menggambarkan sifat paradoks dari tujuan ilahi dan ketahanan spiritual. Meski menghadapi pertentangan dan kesulitan, individu yang berkomitmen pada keyakinannya sering kali menemukan cara untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. Gagasan bahwa upaya Setan untuk mencegah Paulus berkhotbah pada akhirnya sia-sia mencerminkan gagasan bahwa kehendak ilahi menang atas kekuatan jahat. Ketika Paulus dipenjarakan, alih-alih dibungkam, ia mulai berkhotbah dengan lebih bersemangat lagi, memberi inspirasi kepada orang lain dan membuka gerbang rohani—yang disimbolkan sebagai pintu penjara Setan. Hal ini menyoroti bagaimana penindasan dan penganiayaan, dibandingkan penindasan terhadap keyakinan, dapat menjadi katalis bagi kebangkitan dan kebangkitan rohani. Hal ini menggarisbawahi kebenaran yang mendalam: perjuangan dan penderitaan sering kali mengarah pada pertumbuhan dan pembebasan—baik secara pribadi maupun komunal. Metafora ini menunjukkan bahwa bahkan dalam keadaan paling gelap sekalipun, terdapat skema ilahi yang bekerja untuk membawa terang dan keselamatan. Gambar dari

Page views
3
Pembaruan
Agustus 23, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.