Tantangan terbesar abad ke-21 adalah memberikan standar hidup yang baik bagi 7 miliar orang tanpa menghabiskan sumber daya bumi atau menambah utang publik dalam jumlah besar. Untuk mencapai hal ini, pemerintah dan dunia usaha perlu menemukan model pertumbuhan baru yang mempertimbangkan keseimbangan lingkungan dan ekonomi.

Tantangan terbesar abad ke-21 adalah memberikan standar hidup yang baik bagi 7 miliar orang tanpa menghabiskan sumber daya bumi atau menambah utang publik dalam jumlah besar. Untuk mencapai hal ini, pemerintah dan dunia usaha perlu menemukan model pertumbuhan baru yang mempertimbangkan keseimbangan lingkungan dan ekonomi.


(The great challenge of the 21st century is to provide good standards of living for 7 billion people without depleting the earth's resources or running up massive levels of public debt. To achieve this, government and business alike will need to find new models of growth that are in both environmental and economic balance.)

📖 Paul Polman


(0 Ulasan)

Kutipan ini merangkum dilema mendasar yang dihadapi umat manusia: Bagaimana kita dapat memastikan bahwa populasi global yang berkembang pesat dapat menikmati standar hidup yang layak sambil menjaga sumber daya planet kita yang terbatas? Abad ke-21 menuntut perubahan paradigma dalam cara masyarakat mendekati pertumbuhan dan pembangunan. Model tradisional yang memprioritaskan keuntungan ekonomi jangka pendek sering kali mengorbankan kelestarian lingkungan, sehingga menimbulkan permasalahan seperti perubahan iklim, penipisan sumber daya, dan degradasi ekologi. Untuk mencapai keseimbangan memerlukan solusi inovatif yang mengintegrasikan pertimbangan lingkungan ke dalam perencanaan ekonomi, seperti ekonomi sirkular, penerapan energi terbarukan, dan pertanian berkelanjutan. Pemerintah dan dunia usaha harus berkolaborasi untuk merancang kebijakan dan praktik yang mendorong ketahanan dan keberlanjutan, dengan menyadari bahwa kesejahteraan jangka panjang bergantung pada kesehatan planet kita. Pendekatan ini juga memerlukan evaluasi ulang metrik pertumbuhan, beralih dari PDB ke indikator kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih holistik. Sebagai warga global, tanggung jawab kita lebih dari sekedar keuntungan pribadi, namun juga memastikan bahwa generasi mendatang mewarisi planet yang layak huni. Tantangannya sangat besar, namun peluangnya terletak pada penerapan model pertumbuhan yang regeneratif dan inklusif, mendorong kemajuan ekonomi tanpa mengorbankan integritas ekologi bumi. Hanya melalui upaya bersama, inovasi, dan komitmen bersama terhadap keberlanjutan, kita dapat berharap dapat menghadapi tantangan berat ini dan menjamin masa depan berkelanjutan bagi semua orang.

Page views
40
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.