Hadiah Nobel Perdamaian tidak diberikan atas apa yang telah dilakukan seseorang, namun diharapkan atas apa yang akan dilakukannya.
(The Nobel Peace Prize is not awarded for what one has done, but hopefully what one will do.)
Kutipan ini menekankan sifat berwawasan ke depan dari Hadiah Nobel Perdamaian, menyoroti bahwa penghargaan tersebut memberi penghargaan pada potensi dan upaya di masa depan, bukan hanya pencapaian di masa lalu. Hal ini menginspirasi kita untuk fokus pada kemungkinan perubahan positif dan pentingnya harapan dalam mewujudkan perdamaian. Mengakui kontribusi di masa depan akan mendorong upaya dan optimisme yang berkelanjutan, mengingatkan kita bahwa upaya untuk mencapai perdamaian sedang berlangsung dan bahwa mengenali potensi dapat memotivasi individu dan organisasi untuk berjuang demi dunia yang lebih baik.