Waktu yang tepat untuk mempengaruhi karakter seorang anak adalah sekitar 100 tahun sebelum ia dilahirkan.
(The proper time to influence the character of a child is about 100 years before he is born.)
Kutipan ini menyoroti betapa pentingnya pengaruh sejak dini terhadap karakter seseorang, yang menunjukkan bahwa kualitas dan kebajikan dasar telah terbentuk jauh sebelum seorang anak memasuki dunia. Hal ini mendorong kita untuk mempertimbangkan tanggung jawab besar yang diemban oleh generasi sebelumnya—orang tua, kakek-nenek, pendidik, dan masyarakat pada umumnya—dalam menciptakan lingkungan yang menumbuhkan integritas moral, kebaikan, dan ketahanan. Gagasan bahwa kita harus memikirkan cara mempengaruhi karakter anak satu abad sebelum kelahirannya mendorong kita untuk fokus pada warisan yang kita tinggalkan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya komunitas dan tradisi keluarga yang stabil, terpelihara, dan bermoral tinggi yang menumbuhkan sifat-sifat positif pada generasi mendatang. Perspektif seperti ini juga memaksa kita untuk merefleksikan peran kita dalam membentuk kondisi yang mempengaruhi karakter, dengan menekankan bahwa tindakan saat ini mempunyai efek riak jangka panjang. Gagasan ini sejalan dengan keyakinan bahwa pengembangan karakter bukan hanya merupakan produk dari pendidikan langsung namun secara signifikan dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, masyarakat, dan kekeluargaan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Hal ini mendorong kita untuk berinvestasi secara serius pada institusi sosial, pendidikan, dan praktik komunitas yang dapat menciptakan fondasi yang cukup tangguh untuk bertahan dalam ujian waktu dan mempengaruhi generasi mendatang. Pada intinya, hal ini memerlukan pendekatan yang berpikiran maju dalam hal moralitas dan pembangunan karakter—yaitu pendekatan yang mempertimbangkan masa depan yang jauh dan juga masa kini. Dengan melakukan hal ini, kita mengakui keterhubungan kita sepanjang waktu dan tanggung jawab kita bersama atas warisan moral umat manusia.