Saat saya berlatih keras, pola makannya buruk.
(When I'm training hard, the diet is miserable.)
Kutipan ini menyoroti pengalaman umum di antara mereka yang berkomitmen terhadap pelatihan fisik intensif dan diet disiplin. Seringkali, memaksakan diri hingga batas maksimal dalam berolahraga membutuhkan pengorbanan yang signifikan, terutama dalam hal nutrisi. Ungkapan 'dietnya menyedihkan' menggambarkan perjuangan dan ketidaknyamanan yang menyertai pembatasan diet yang ketat—baik itu menghilangkan makanan favorit, menahan lapar, atau merasa lelah karena defisit kalori. Banyak orang yang memulai perjalanan kebugaran yang ketat menemukan bahwa dampak mental dan fisik dari diet semacam itu kadang-kadang menakutkan dan bahkan mengecewakan. Penerimaan atas ketidaknyamanan ini menunjukkan tingkat dedikasi dan ketahanan; hal ini mencerminkan pemahaman bahwa kemajuan yang berarti sering kali menuntut pengorbanan. Bagi atlet, binaragawan, atau siapa pun yang berjuang untuk mencapai tujuan fisik, menerima ketidaknyamanan ini menjadi bagian dari rutinitas mereka, harga sementara yang harus dibayar untuk pencapaian jangka panjang. Kutipan tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun prosesnya tidak menyenangkan, keinginan untuk sukses dalam pelatihan melebihi kesulitan yang bersifat sementara. Hal ini mengingatkan kita bahwa ketekunan melalui fase-fase sulit tidak dapat dihindari dalam perjalanan menuju pertumbuhan pribadi dan peningkatan kesehatan. Lebih jauh lagi, gagasan ini mendorong pola pikir realistis—mengakui bahwa upaya dan ketidaknyamanan saling terkait dengan pencapaian keunggulan. Secara keseluruhan, buku ini merangkum dikotomi antara upaya mencapai peningkatan fisik dan pengorbanan yang diperlukan, menekankan bahwa ketekunan dalam menghadapi kesulitan adalah benang merah di antara mereka yang berhasil.