Ketika saya menulis tentang hewan, saya menggunakan teknik antropologi dan bahasa yang Anda gunakan untuk manusia. Anda tidak perlu melakukan antropomorfisasi pada hewan, cukup akui individualitasnya.
(When I write about animals, I use anthropological techniques and the language you would use for a person. You don't have to anthropomorphize animals, just acknowledge their individuality.)
Kutipan ini menekankan pentingnya mengenali hewan sebagai individu yang unik daripada menghubungkan karakteristik manusia dengan mereka. Dengan menggunakan metode antropologis, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan penuh rasa hormat terhadap perilaku dan pengalaman mereka. Perspektif ini mendorong kita untuk melihat hewan dengan kompleksitas dan martabat, mendorong pertimbangan etis dan hubungan yang lebih bermakna. Hal ini menantang manusia untuk melampaui penilaian dangkal dan benar-benar mengakui keragaman dan individualitas kehidupan hewan, yang dapat meningkatkan studi ilmiah dan interaksi penuh kasih.