Ketika saudara laki-laki saya menelepon untuk memberi tahu saya, pada pagi hari tanggal 22 Mei 2003, bahwa ibu kami, Caroline Oates, meninggal mendadak karena stroke, saya sangat terkejut dan masih belum bisa pulih.

Ketika saudara laki-laki saya menelepon untuk memberi tahu saya, pada pagi hari tanggal 22 Mei 2003, bahwa ibu kami, Caroline Oates, meninggal mendadak karena stroke, saya sangat terkejut dan masih belum bisa pulih.


(When my brother called to inform me, on the morning of May 22, 2003, that our mother Caroline Oates had died suddenly of a stroke, it was a shock from which, in a way, I have yet to recover.)

(0 Ulasan)

Kutipan yang menyentuh ini menggambarkan dampak abadi dari kehilangan yang tiba-tiba dan keterkejutan mendalam yang dialami ketika anggota keluarga tercinta meninggal dunia secara tidak terduga. Tanggal dan penyebutan nama ibu secara spesifik memberikan sentuhan intim dan pribadi, yang membuat pembaca merasakan beban kesedihan dan dampak emosional yang berkepanjangan. Joyce Carol Oates mengungkapkan pengalaman universal—bagaimana momen-momen tertentu mengubah hidup kita secara permanen dan bagaimana beberapa luka tidak dapat disembuhkan sepenuhnya seiring berjalannya waktu. Pernyataan “di satu sisi, saya belum pulih” mengkomunikasikan gagasan bahwa pemulihan dari kesedihan bukanlah sebuah perjalanan linier tetapi sebuah proses kompleks yang dapat berlangsung tanpa batas. Bagian ini mengungkapkan bagaimana kematian, terutama jika terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga, menghancurkan rasa normal kita dan mengguncang fondasi hubungan kekeluargaan. Hal ini juga menyoroti pentingnya saudara kandung sebagai pembawa berita dan peran komunikasi dalam peristiwa penting dalam kehidupan. Dalam arti yang lebih luas, kutipan tersebut mengundang refleksi tentang kematian, kerapuhan hidup manusia, dan ketahanan emosional yang dibutuhkan untuk hidup dalam kesedihan. Menulis tentang subjek yang sangat pribadi juga menggarisbawahi kekuatan bercerita dan berbagi pengalaman dalam memproses kesedihan. Kejujuran Joyce Carol Oates tentang perjuangannya yang terus-menerus dalam mengingat hari itu mengingatkan kita bahwa kesedihan bukan hanya penderitaan pribadi tetapi merupakan bagian integral dari kondisi manusia yang membentuk identitas dan lanskap emosional kita.

Page views
70
Pembaruan
Juni 02, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.