Ketika Anda menghilangkan harapan dari orang lain, hal itu akan meninggalkan kekosongan, dan kekosongan itu perlu diisi. Dan kemungkinan besar, kekosongan itu akan diisi oleh sebuah ideologi... Harapan dan keyakinan sangat terkait. Kini, ketika ideologi dihubungkan dengan iman, maka ideologi tersebut menjadi bahan iman, bukan bahan diskusi.

Ketika Anda menghilangkan harapan dari orang lain, hal itu akan meninggalkan kekosongan, dan kekosongan itu perlu diisi. Dan kemungkinan besar, kekosongan itu akan diisi oleh sebuah ideologi... Harapan dan keyakinan sangat terkait. Kini, ketika ideologi dihubungkan dengan iman, maka ideologi tersebut menjadi bahan iman, bukan bahan diskusi.


(When you strip hope from people, it leaves a void, and that void needs to be filled. And very likely, that void is going to be filled by an ideology... Hope and faith are so connected. Now, when ideology connects with faith, the ideology becomes an item of faith, not a point of discussion.)

📖 Alfonso Cuaron


(0 Ulasan)

Kutipan dari Alfonso Cuaron ini dengan indah mengartikulasikan pengamatan mendalam tentang kondisi manusia, khususnya hubungan timbal balik antara harapan, keyakinan, dan ideologi. Pada intinya, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa harapan adalah elemen penting dalam kehidupan masyarakat; tanpanya, mereka mengalami kekosongan – kekosongan yang memaksa mereka mencari sesuatu untuk mengisinya. Kebutuhan intrinsik ini sering kali mengarah pada adopsi suatu ideologi. Pemahaman di sini sangat kuat karena memberikan penjelasan mengapa ideologi bisa begitu mengakar dan menolak pertanyaan begitu ideologi tersebut bersinggungan dengan keyakinan.

Harapan bertindak sebagai penyelamat, menawarkan kemungkinan dan masa depan yang lebih cerah. Ketika harapan hilang, hal itu menciptakan suatu bentuk kekurangan psikologis dan emosional. Untuk mengisi kesenjangan tersebut, individu mungkin tidak memilih ideologi mereka semata-mata berdasarkan logika atau bukti, namun sering kali didorong oleh kebutuhan yang mendesak untuk mempercayai sesuatu yang memberi makna dan tujuan. Ketika ideologi menyatu dengan keyakinan, ideologi tidak lagi terbuka untuk didiskusikan atau dicermati secara kritis – sebaliknya, ideologi berubah menjadi sistem kepercayaan yang dipegang teguh seperti keyakinan agama.

Dinamika ini menjelaskan banyak fenomena sosio-politik yang menyebabkan perbincangan terhenti, dan orang-orang menjadi selaras secara dogmatis dengan ideologi atau gerakan tertentu. Memahami hubungan ini menantang kita untuk memupuk harapan dan dialog yang bermakna, memberikan ruang untuk diskusi dan fleksibilitas dalam gagasan dibandingkan dengan kepatuhan yang kaku dan berbasis pada keyakinan. Hal ini menekankan pentingnya memberikan harapan, dukungan, dan tujuan kepada masyarakat untuk mencegah kekosongan berbahaya yang mungkin diisi oleh ideologi dogmatis.

Page views
141
Pembaruan
Juni 03, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.