Setiap kali seorang teman berhasil, ada sesuatu dalam diri saya yang mati.
(Whenever a friend succeeds, a little something in me dies.)
Kutipan ini menyoroti sifat kompleks dari emosi manusia, terutama ketika menyangkut rasa iri dan cemburu. Hal ini menggambarkan bagaimana ketidakamanan pribadi atau perasaan bersaing terkadang menutupi kebahagiaan sejati atas pencapaian orang lain. Mengenali perasaan ini adalah langkah pertama untuk membina hubungan yang lebih berempati dan mendukung. Daripada memandang kesuksesan teman sebagai ancaman, kita bisa belajar merayakan pencapaian mereka, yang pada gilirannya bisa menginspirasi pertumbuhan kita sendiri. Merangkul sikap positif dibandingkan perbandingan membantu membangun ikatan yang lebih kuat dan kepuasan pribadi.