Dengan akting, Anda ingin melihat apakah Anda bisa mendapat masalah tanpa mengetahui bagaimana Anda akan keluar dari masalah tersebut. Ini seperti kebalikan dari perang, yang membutuhkan strategi keluar. Saat Anda berakting, Anda harus mendapat masalah tanpa strategi keluar, dan kamera terus menyala.

Dengan akting, Anda ingin melihat apakah Anda bisa mendapat masalah tanpa mengetahui bagaimana Anda akan keluar dari masalah tersebut. Ini seperti kebalikan dari perang, yang membutuhkan strategi keluar. Saat Anda berakting, Anda harus mendapat masalah tanpa strategi keluar, dan kamera terus menyala.


(With acting, you wanna see if you can get into trouble without knowing how you're gonna get out of it. It's like the exact opposite of war, where you need an exit strategy. When you're acting, you should get all the way into trouble with no exit strategy, and have the cameras rolling.)

πŸ“– John Cusack

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Aktor

πŸŽ‚ June 28, 1966
(0 Ulasan)

Kutipan dari John Cusack ini menawarkan perspektif yang menarik tentang sifat tindakan versus skenario berisiko tinggi lainnya seperti perang. Dalam akting, tujuannya adalah untuk benar-benar membenamkan diri dalam kesulitan karakter tanpa kepastian terlebih dahulu tentang cara menyelesaikan konflik. Pendekatan ini mendorong spontanitas, keaslian emosional, dan keterlibatan mendalam dengan cerita yang disampaikan. Tidak seperti perang, di mana strategi keluar atau rencana yang telah ditentukan sebelumnya sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesuksesan, tindakan akan berkembang dengan menyerah pada momen, menerima ketidakpastian, dan membiarkan situasi mengalir secara alami tanpa prasangka. Pola pikir ini memupuk kreativitas, pengambilan risiko, dan kerentanan, yang sangat penting untuk kinerja yang menarik. Gagasan bahwa para aktor harus terjun sepenuhnya ke dalam masalah saat kamera merekam menyoroti pentingnya komitmen dan kejujuran dalam memberikan gambaran yang meyakinkan. Hal ini menunjukkan bahwa akting yang sebenarnya adalah tentang memercayai proses, berani menjadi tidak sempurna, dan menerima ketidakpastian, daripada mengontrol setiap aspek pertunjukan dengan cermat. Filosofi seperti ini dapat memberikan kebebasan bagi para aktor, membebaskan mereka dari rasa takut akan kegagalan dan mendorong mereka untuk menjadi lebih ekspresif dan autentik. Pada akhirnya, hal ini mencerminkan pelajaran hidup yang lebih luas: terkadang, pengalaman dan pertumbuhan yang paling berarti datang dari menerima kekacauan, mengambil risiko, dan tetap terbuka terhadap apa pun yang terjadi pada saat itu.

Page views
91
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.