Di dalam diri kita – sebenarnya hati kita – terdapat sebuah 'tanah' yang menjadi tempat pikiran dan perasaan kita, hubungan kita dengan orang lain dan diri kita sendiri, seperti Bumi hingga dedaunan yang mula-mula melintasinya dan kemudian, tidak mampu lagi berlari, menyerahkan diri untuk memberi makan tubuhnya agar ia dapat melahirkan kembali pada musim semi.
(Within us - the heart of us, really - is a 'ground' that is to our thoughts and feelings, our relationships with others and ourselves, as is the Earth to the leaves that first race across her and then, no longer able to run, give themselves up to nourish her body so that she may give birth again come the spring.)
Kutipan ini menyoroti hubungan mendalam antara diri kita dan alam. Hal ini menekankan bahwa sama seperti Bumi yang menopang dedaunan dan memfasilitasi pembaharuan, batin kita juga memupuk pikiran, perasaan, dan hubungan kita. Menyadari keterkaitan ini mendorong kita untuk merenungkan pentingnya keharmonisan batin dan pertumbuhan pribadi, mengakui bahwa landasan internal yang sehat dapat membawa pada pembaruan dan vitalitas dalam kehidupan kita dan seterusnya.