Anda hanya dapat memahami dunia online dengan beralih ke offline dan mendapatkan kebijaksanaan serta kejernihan emosi untuk mengetahui cara memanfaatkan Internet dengan sebaik-baiknya.

Anda hanya dapat memahami dunia online dengan beralih ke offline dan mendapatkan kebijaksanaan serta kejernihan emosi untuk mengetahui cara memanfaatkan Internet dengan sebaik-baiknya.


(You can only make sense of the online world by going offline and by getting the wisdom and emotional clarity to know how to make the best use of the Internet.)

(0 Ulasan)

Di era yang semakin digital, luasnya dunia online menawarkan peluang luar biasa sekaligus tantangan besar. Menggali kutipan ini mengungkapkan sebuah pengingat bahwa pemahaman sejati dan keterlibatan yang bermakna dengan internet mengharuskan kita untuk sesekali mundur dan memutuskan hubungan. Beraktivitas secara offline bukan hanya tindakan fisik namun juga tindakan mental dan emosional, yang memungkinkan kita mendapatkan kembali kejelasan dan perspektif yang terkadang dapat mengaburkan hal tersebut. Saat kita melepaskan diri dari layar untuk sementara waktu, kita menciptakan ruang untuk merefleksikan pengalaman, nilai, dan prioritas dunia nyata. Jeda ini membantu mengembangkan kejernihan emosi—sebuah komponen penting untuk membedakan informasi yang dapat dipercaya dari kebisingan, dan interaksi berharga dari informasi yang dangkal. Terlebih lagi, kebijaksanaan akan muncul ketika kita meluangkan waktu untuk memproses pengalaman online kita dan menginternalisasikan apa arti sebenarnya dari pengalaman tersebut bagi kita secara pribadi dan sosial. Menavigasi internet dengan sengaja dan bukan secara kompulsif menuntut kita memanfaatkan kekuatan batin dan kesadaran diri. Keseimbangan ini—menggunakan internet sebagai alat dibandingkan membiarkannya menjadi gangguan—memungkinkan kita memanfaatkan manfaatnya sekaligus menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan emosional kita. Pada akhirnya, memahami peran dunia digital dalam kehidupan kita bergantung pada kemampuan kita untuk mengambil langkah mundur, menilai kebutuhan kita yang sebenarnya, dan menggunakan alat-alat digital dengan bijaksana, bukan secara kebiasaan atau impulsif.

Page views
131
Pembaruan
Juni 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.