Anda mendapat suara keras dari gereja. Tidak bisakah kamu mendengarnya dalam suaraku?
(You get a heck of a sound from the church. Can't you hear it in my voice?)
Kutipan ini menyoroti pengaruh kuat lingkungan spiritual dan musik, seperti kebaktian gereja, terhadap suara pemain dan keseluruhan suaranya. Suara di sini bukan sekedar instrumen fisik tetapi juga cerminan emosi, jiwa, dan spiritualitas yang bergema melalui musik. Hal ini menunjukkan bahwa energi, iman, dan suasana gereja mengilhami pemainnya dengan suara yang unik dan otentik yang dapat dirasakan dan didengar oleh orang lain. Hubungan tersebut menekankan hubungan yang mengakar antara musik, keyakinan, dan ekspresi pribadi, menunjukkan bagaimana lingkungan eksternal membentuk esensi batin seorang pemain.