Kutipan ini menggarisbawahi potensi bahaya Brexit, yang menunjukkan bahwa suatu negara mungkin akan terus maju dalam jalur yang tidak pasti dan tidak memiliki panduan etika yang jelas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan pentingnya nilai-nilai dan moralitas dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan, khususnya di kancah internasional. Tanpa pedoman moral, kebijakan dan tindakan berisiko menjadi picik atau mementingkan diri sendiri, sehingga berpotensi merusak reputasi Inggris dan hubungan global. Hal ini menjadi pengingat bahwa kemajuan dan kedaulatan harus diimbangi dengan integritas dan pertimbangan etis untuk memastikan hasil yang berkelanjutan dan positif bagi masyarakat.
Komentar tidak akan disetujui untuk diposting jika bersifat SPAM, kasar, tidak sesuai topik, menggunakan kata-kata kasar, berisi serangan pribadi, atau mempromosikan kebencian dalam bentuk apa pun.
Situs ini menggunakan cookie untuk memberi Anda pengalaman pengguna yang luar biasa. Dengan menggunakan situs web ini, Anda setuju dengan penggunaan cookie oleh kami.