Pengusaha yang baik tidak pernah membuat kontrak kecuali dia yakin bisa melaksanakannya, namun setiap orang bodoh di dunia ini rela menandatangani kontrak pernikahan tanpa mempertimbangkan apakah dia bisa memenuhinya atau tidak.

Pengusaha yang baik tidak pernah membuat kontrak kecuali dia yakin bisa melaksanakannya, namun setiap orang bodoh di dunia ini rela menandatangani kontrak pernikahan tanpa mempertimbangkan apakah dia bisa memenuhinya atau tidak.


(A good businessman never makes a contract unless he's sure he can carry it through, yet every fool on earth is perfectly willing to sign a marriage contract without considering whether he can live up to it or not.)

📖 Dalton Trumbo

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Novelis

🎂 December 9, 1905  –  ⚰️ September 10, 1976
(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti sikap manusia yang seringkali bertolak belakang ketika melakukan pendekatan terhadap berbagai jenis komitmen. Dalam dunia bisnis, kehati-hatian dan kehati-hatian dinilai sebagai kebajikan yang penting—seorang pengusaha diharapkan menilai secara menyeluruh kemampuannya untuk memenuhi kewajiban kontrak sebelum melaksanakannya. Pertimbangan yang cermat seperti itu tidak hanya melindungi kepentingan individu tetapi juga menjaga keadilan dan kepercayaan dalam perdagangan. Sebaliknya, kutipan tersebut menarik perhatian pada paradoks bahwa banyak individu bersedia melakukan komitmen pribadi seperti pernikahan tanpa tingkat pengawasan yang sama mengenai kemampuan mereka untuk menepati janji tersebut. Hal ini menggarisbawahi kecenderungan impulsif atau idealisme dalam hubungan pribadi dibandingkan dengan pendekatan pragmatis yang biasanya diterapkan dalam bisnis. Perbedaan ini mungkin berasal dari pandangan romantis tentang cinta dan pernikahan, di mana keterikatan emosional sering kali mengaburkan penilaian tentang kecocokan, ketahanan, atau kelangsungan hidup dalam jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa orang dewasa hendaknya melakukan pendekatan terhadap pernikahan dengan kehati-hatian yang sama seperti yang digunakan dalam urusan bisnis—dengan mempertimbangkan apakah mereka benar-benar siap untuk berkomitmen, beradaptasi, dan membangun kehidupan bersama. Pesan mendasarnya menantang kita untuk mengevaluasi keseriusan dan tanggung jawab yang datang dari komitmen seumur hidup, menekankan tanggung jawab, kejujuran, dan kesadaran diri. Menyadari bahwa komitmen, baik secara finansial atau emosional, memerlukan dedikasi yang tulus merupakan hal mendasar bagi pemenuhan dan stabilitas yang sejati. Dengan merefleksikan hal ini, individu dapat lebih menghargai pentingnya integritas dan pandangan ke depan dalam semua bidang kehidupan, memupuk hubungan dan kesepakatan yang didasarkan pada saling pengertian dan tanggung jawab.

Page views
30
Pembaruan
Juli 20, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.