Seorang musafir yang baik adalah seseorang yang tidak mengetahui kemana ia akan pergi, dan seorang musafir yang sempurna tidak mengetahui dari mana asalnya.

Seorang musafir yang baik adalah seseorang yang tidak mengetahui kemana ia akan pergi, dan seorang musafir yang sempurna tidak mengetahui dari mana asalnya.


(A good traveller is one who does not know where he is going to, and a perfect traveller does not know where he came from.)

📖 Lin Yutang

🌍 Cina  |  👨‍💼 Pengarang

🎂 October 10, 1895  –  ⚰️ March 26, 1976
(0 Ulasan)

Kutipan dari Lin Yutang ini merangkum perspektif mendalam tentang esensi perjalanan, dan lebih jauh lagi, kehidupan itu sendiri. Gagasan tentang "pelancong yang baik" sebagai seseorang yang tidak mengetahui tujuannya menunjukkan adanya spontanitas dan keterbukaan pikiran. Hal ini menekankan perjalanan menuju tujuan, mendorong wisatawan untuk melepaskan rencana dan ekspektasi yang kaku. Pelancong seperti itu menjelajahi dunia dengan rasa ingin tahu dan kemampuan beradaptasi, siap menghadapi hal-hal yang tidak diketahui tanpa rasa cemas atau keinginan untuk mengendalikan setiap aspek pengalaman.

Lebih jauh lagi, konsep "pelancong sempurna" memperluas gagasan ini ke tingkat filosofis yang lebih dalam dengan menyatakan bahwa penguasaan sejati dalam perjalanan terletak pada melampaui keterikatan tidak hanya pada tempat tujuan tetapi juga pada asal usul atau identitas masa lalu. Ketidaktahuan dari mana seseorang berasal menimbulkan keadaan ketidakstabilan dalam identitas pribadi, suatu kondisi di mana wisatawan tidak terikat oleh definisi diri sebelumnya yang ditentukan oleh budaya, sejarah, atau tempat. Hal ini dapat diartikan sebagai ajakan untuk sepenuhnya membenamkan diri sepenuhnya dalam pengalaman masa kini sehingga narasi-narasi sebelumnya tentang diri dan asal usul lenyap.

Perspektif seperti itu menantang pemahaman konvensional tentang perjalanan hanya sebagai pergerakan dari titik A ke titik B atau sebagai tindakan jalan-jalan. Sebaliknya, hal ini membingkai perjalanan sebagai pengalaman transformatif yang membentuk kembali konsep rasa memiliki dan kesadaran diri wisatawan. Hal ini sejalan dengan tema filosofi Timur yang ditemukan dalam Taoisme dan Budha, di mana ketidakterikatan dan aliran harmonis dengan dunia adalah jalan menuju pencerahan dan perdamaian.

Selain itu, kutipan ini juga mencerminkan kecepatan dan pola pikir kehidupan modern kita, di mana sering kali perjalanan berorientasi pada tujuan, dikemas dengan rencana perjalanan dan daftar periksa yang dirancang untuk memaksimalkan hasil dan pencapaian. Kutipan tersebut menganjurkan untuk mundur dari pendekatan pragmatis untuk menerima ketidakpastian dan ketidakstabilan. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat sesungguhnya dari sebuah perjalanan terletak pada menghilangkan batasan-batasan mental dan prasangka seseorang, mengundang para pelancong untuk mengalami dunia tanpa batasan rute atau identitas yang telah ditentukan.

Pada akhirnya, kata-kata Lin Yutang mengingatkan kita bahwa perjalanan, dalam bentuk tertingginya, bukan sekadar tindakan fisik tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam. Hal ini mengundang kita untuk hidup dengan keterbukaan terhadap hal-hal yang tidak kita ketahui dan menyarankan bahwa dengan melakukan hal tersebut, kita mencapai keadaan yang membebaskan—tidak terbebani oleh jalur dan asal usul yang tetap—yang secara harfiah membuat setiap perjalanan menjadi penemuan yang segar dan autentik.

Page views
60
Pembaruan
Mei 22, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.