Orang yang unggul adalah orang yang rendah hati dalam perkataannya, namun melampaui batas dalam tindakannya.

Orang yang unggul adalah orang yang rendah hati dalam perkataannya, namun melampaui batas dalam tindakannya.


(A superior man is modest in his speech, but exceeds in his actions.)

📖 Confucius

🌍 Cina  |  👨‍💼 Filsuf

(0 Ulasan)

Kutipan dari Konfusius menggarisbawahi nilai kerendahan hati yang tak lekang oleh waktu dan pentingnya menyelaraskan tindakan seseorang dengan kebajikannya. Kesopanan dalam bertutur kata sering disalahartikan sebagai kurang percaya diri, padahal dalam konteks ini lebih menekankan pada pengendalian diri, kebijaksanaan, dan rasa hormat terhadap orang lain. Ketika seseorang berbicara dengan sopan, mereka menghindari kesombongan atau kesombongan yang tidak perlu, memupuk kepercayaan dan hubungan yang tulus dengan orang lain. Yang lebih penting lagi, penekanan pada tindakan melebihi kata-kata menyoroti bahwa karakter dan integritas sejati ditunjukkan melalui perbuatan, bukan dengan kesombongan atau janji kosong.

Dalam masyarakat yang semakin terobsesi dengan penampilan dan pencapaian yang dangkal, kutipan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa kehebatan sejati berakar pada kerendahan hati dan kontribusi nyata. Tindakan memiliki dampak yang lebih bertahan lama dibandingkan kata-kata, karena tindakan mengungkapkan maksud dan nilai sebenarnya dari seseorang. Seseorang yang menunjukkan keunggulan melalui upaya yang konsisten dan diam-diam sering kali mendapat lebih banyak rasa hormat daripada orang yang mencari validasi melalui pernyataan keras.

Selain itu, filosofi ini mendorong kesadaran diri dan moderasi. Pria sederhana menyadari keterbatasan egonya dan menolak godaan untuk mencari pengakuan terus-menerus. Sebaliknya, dia menginvestasikan energinya dalam tindakan bermakna yang memberikan kontribusi positif bagi komunitas dan pertumbuhan pribadinya. Pendekatan seperti ini memupuk kepemimpinan yang sejati, menginspirasi kepercayaan, dan memupuk reputasi yang dibangun berdasarkan ketulusan dan ketekunan.

Pada akhirnya, konsep ini menganjurkan bahwa keunggulan sejati tidak terletak pada ambisi untuk diakui atau dikagumi melalui kata-kata, namun pada pencapaian secara diam-diam sesuai dengan prinsip-prinsip seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa kesopanan dipadukan dengan tindakan yang bermakna merupakan ciri karakter mulia, menginspirasi orang lain untuk memimpin dengan memberi contoh dan menghargai substansi dibandingkan kedangkalan.

Page views
42
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.