Amatirisme adalah bentuk diskriminasi terkuat dalam olahraga. Karena mendiskriminasi masyarakat miskin, maka mendiskriminasi masyarakat miskin. Jika kita ingin olahraga kembali ke kalangan orang kaya, mari kita jadikan olahraga amatir lagi.

Amatirisme adalah bentuk diskriminasi terkuat dalam olahraga. Karena mendiskriminasi masyarakat miskin, maka mendiskriminasi masyarakat miskin. Jika kita ingin olahraga kembali ke kalangan orang kaya, mari kita jadikan olahraga amatir lagi.


(Amateurism is the strongest form of discrimination in sports. Because it discriminates against the underprivileged, it discriminates against the poor. If we want sports to go back to the wealthy, let's make it amateur again.)

📖 Carl Lewis

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menantang gagasan umum tentang amatirisme dalam olahraga, dan mengungkap implikasi sosial yang sering diabaikan. Amatirisme sering kali dipromosikan sebagai cara untuk menjaga keadilan dan integritas, namun pada kenyataannya, hal ini dapat menjadi penghalang yang menguntungkan mereka yang memiliki kemampuan finansial dan hak sosial. Dengan mengharuskan atlet untuk menghindari peluang berbayar, amatirisme secara tidak sengaja meminggirkan individu-individu berbakat yang tidak memiliki sumber daya untuk berpartisipasi tanpa dukungan finansial. Hal ini pada dasarnya melanggengkan kesenjangan, menguntungkan atlet dan institusi yang lebih kaya, dan memperkuat kesenjangan sosial. Pernyataan tersebut secara provokatif menyatakan bahwa jika kita menginginkan lingkungan olahraga yang didominasi oleh orang kaya, menekankan kembali amatirisme akan mencapai tujuan tersebut. Perspektif ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana olahraga, yang idealnya berfungsi sebagai landasan universal untuk mengembangkan bakat dan ketekunan, dapat dikelompokkan secara tidak adil berdasarkan status ekonomi. Menyadari peran hambatan finansial sangat penting dalam menumbuhkan budaya olahraga inklusif yang lebih menghargai prestasi dibandingkan kemampuan finansial. Pada akhirnya, kutipan tersebut mendesak kita untuk mempertimbangkan kembali nilai-nilai kita seputar amatirisme, mendorong sistem yang mendemokratisasi akses dan mengakui olahraga sebagai hak asasi manusia universal dan bukan hak istimewa yang diperuntukkan bagi orang kaya.

Page views
122
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.