Atas inisiatif Cheney, Amerika Serikat mencabut hak-hak tersangka teroris yang telah lama ada di bawah hukum domestik dan internasional, membangun bangunan hukum baru di bawah kepemilikan eksklusif Gedung Putih.

Atas inisiatif Cheney, Amerika Serikat mencabut hak-hak tersangka teroris yang telah lama ada di bawah hukum domestik dan internasional, membangun bangunan hukum baru di bawah kepemilikan eksklusif Gedung Putih.


(At Cheney's initiative, the United States stripped terror suspects of long - established rights under domestic and international law, building a new legal edifice under exclusive White House ownership.)

📖 Barton Gellman

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan tersebut menyoroti perubahan signifikan dalam lanskap hukum terkait keamanan nasional dan hak asasi manusia selama masa jabatan Wakil Presiden Dick Cheney. Hal ini mencerminkan bagaimana keputusan yang diambil pada tingkat tertinggi pemerintahan dapat secara mendasar mengubah standar hukum yang telah ditetapkan, sering kali atas nama upaya keamanan dan kontraterorisme. Langkah untuk mencabut hak-hak historis tersangka teroris berarti menciptakan kerangka hukum yang memprioritaskan kewenangan eksekutif dibandingkan perlindungan hukum biasa, sehingga menghasilkan struktur hukum terpusat yang berada di bawah kendali Gedung Putih. Pendekatan ini menimbulkan pertanyaan kritis mengenai keseimbangan kekuasaan, checks and balances, dan potensi penyalahgunaan ketika standar hukum disesuaikan dengan tujuan politik. Dari perspektif yang lebih luas, pergeseran ini menunjukkan adanya ketegangan antara masalah keamanan dan kepatuhan terhadap komitmen hukum domestik dan internasional yang melindungi hak-hak individu. Transformasi seperti ini dapat mengikis kepercayaan terhadap proses peradilan dan menumbuhkan iklim dimana kekuasaan eksekutif beroperasi dengan akuntabilitas yang berkurang. Selain itu, perubahan-perubahan ini mungkin mempunyai dampak jangka panjang terhadap praktik keadilan, hak asasi manusia, dan keamanan nasional. Hal ini menunjukkan adanya evolusi—terkadang penyimpangan—dari norma-norma hukum tradisional menuju bentuk kewenangan yang lebih terpusat, dan mungkin tidak terkendali. Memahami konteks ini sangat penting dalam mengevaluasi dampak dari perubahan hukum tersebut, karena perubahan tersebut tidak hanya mempengaruhi lanskap politik saat ini namun juga menjadi preseden bagi pemerintahan di masa depan dalam isu keamanan dan kebebasan sipil. Secara keseluruhan, kutipan ini merangkum momen penting ketika batas-batas hukum didefinisikan ulang dengan cara yang mencerminkan interaksi kompleks antara keamanan, legalitas, dan kekuasaan eksekutif.

Page views
54
Pembaruan
Juni 24, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.