Kelahiran bukan hanya tentang menghasilkan bayi. Melahirkan adalah tentang menjadikan ibu - ibu yang kuat, kompeten, cakap, yang memercayai dirinya sendiri dan mengetahui kekuatan batinnya.
(Birth is not only about making babies. Birth is about making mothers - - strong, competent, capable mothers who trust themselves and know their inner strength.)
Kutipan dari Barbara Katz Rothman ini secara mendalam menangkap esensi transformatif dari kelahiran, yang melampaui sekadar proses fisik dalam menghadirkan kehidupan baru ke dunia. Hal ini menekankan bahwa kelahiran memiliki tujuan yang lebih dalam: ini adalah sebuah ritus peralihan di mana perempuan berevolusi menjadi ibu yang percaya diri dan berdaya. Perjalanan melahirkan bukan hanya tentang penciptaan seorang anak tetapi juga tentang menempa kekuatan batin yang mendalam dalam diri ibu itu sendiri. Dalam sudut pandang ini, kelahiran digambarkan sebagai suatu tindakan menjadi—di mana perempuan menemukan dan mengembangkan kompetensi, ketahanan, dan kapasitas bawaan mereka.
Perspektif ini menantang fokus yang umumnya sempit pada hasil kelahiran—bayi—dan justru menghargai pengalaman ibu yang melahirkan. Hal ini mengakui bahwa menjadi ibu membutuhkan kepercayaan, kemandirian, dan pengakuan atas kekuatan pribadi seseorang. Kutipan ini menginspirasi apresiasi terhadap transformasi batin yang dipicu oleh kelahiran, mendorong masyarakat dan individu untuk mendukung dan mengasuh ibu selama momen penting dalam hidup mereka.
Lebih jauh lagi, pernyataan tersebut memberdayakan perempuan dengan menegaskan kemampuan dan kompetensi mereka, kualitas yang meluas hingga menjadi ibu dan seterusnya. Hal ini membantu membongkar mitos-mitos yang menggambarkan ibu sebagai satu-satunya orang yang bergantung atau rentan saat melahirkan, dan malah menganggap mereka tangguh dan tangguh. Pada akhirnya, wawasan ini memupuk rasa hormat terhadap sifat kelahiran yang beragam dan bagaimana hal itu membentuk identitas dan kepercayaan diri seorang wanita.