Saya bahkan tidak menyebutnya kekerasan, jika itu untuk membela diri, saya menyebutnya kecerdasan.

Saya bahkan tidak menyebutnya kekerasan, jika itu untuk membela diri, saya menyebutnya kecerdasan.


(I don't even call it violence when it's in self defense I call it intelligence.)

📖 Malcolm X

🌍 Amerika

🎂 May 19, 1925  –  ⚰️ February 21, 1965
(0 Ulasan)

Pernyataan Malcolm X menantang persepsi konvensional tentang kekerasan dengan menganggap pembelaan diri sebagai bentuk kecerdasan, bukan sekadar agresi. Hal ini mendorong kita untuk mempertimbangkan kembali batas-batas moral dan etika yang membedakan perlindungan yang dibenarkan dari serangan yang tidak beralasan. Dalam konteks yang lebih luas, kutipan ini menggarisbawahi pentingnya pertahanan diri dan penggunaan kekuatan secara strategis ketika kehidupan atau nilai-nilai berada dalam ancaman.

Perspektif ini sangat relevan dalam situasi di mana tindakan defensif secara historis dipandang negatif atau sebagai kebutuhan yang tidak menguntungkan. Dengan menyebut pertahanan diri sebagai kecerdasan, Malcolm X menekankan sifat yang disengaja dan diperhitungkan dalam melindungi diri sendiri atau komunitas—suatu tindakan yang berakar pada kesadaran, perencanaan strategis, dan kebijaksanaan. Hal ini juga mengundang refleksi terhadap standar-standar masyarakat dan hukum yang sering kali mengkaji respons terhadap ancaman, terkadang mengabaikan realitas kompleks yang dihadapi oleh individu yang diserang.

Lebih lanjut, kutipan tersebut dapat diartikan sebagai kritik terhadap pendekatan pasif atau non-kekerasan terhadap konflik tanpa mempertimbangkan keadaan di mana mempertahankan pendirian atau menggunakan kekuatan adalah pilihan yang paling logis dan dapat dibenarkan secara moral. Buku ini menganjurkan pemahaman yang berbeda mengenai kekerasan, dan mendesak kita untuk melihatnya melalui kacamata kelangsungan hidup dan kecerdikan, bukan hanya melalui kacamata kekacauan atau kekacauan.

Intinya, Malcolm X mendorong kita untuk menyadari kecerdasan di balik tindakan pembelaan diri sebagai hal yang perlu, dapat dibenarkan, dan terkadang mengagumkan. Hal ini mencerminkan pemberdayaan individu untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab dalam menjaga integritas dan kesejahteraan mereka, menantang kita untuk memikirkan kembali penilaian moral kita dan untuk menghargai pola pikir strategis di balik tindakan tersebut.

Page views
44
Pembaruan
Juli 08, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.