Saya kira Anda dapat mengatakan bahwa tidak peduli apa pun karakternya, saya mencoba membuat mereka mempertahankan kemanusiaan mereka. Kemanusiaan mereka yang egois, suka bersungut-sungut, egois, dan menjengkelkan.
(I guess you could say that no matter what the characters are enduring, I try to make them retain their humanity. Their self-absorbed, grouchy, selfish, aggravating humanity.)
Kutipan ini menyoroti pentingnya menjaga kualitas manusia bahkan dalam keadaan yang penuh tantangan. Hal ini menekankan bahwa meskipun ada ketidaksempurnaan—keegoisan, sifat suka bersungut-sungut, dan mementingkan diri sendiri—mengakui dan melestarikan kekurangan manusia memungkinkan penceritaan dan pengembangan karakter yang lebih autentik. Pendekatan seperti ini mengundang empati dari penonton, mengingatkan kita bahwa kompleksitas dan ketidaksempurnaan melekat pada sifat manusia, menjadikan karakter lebih relatable dan multidimensi. Hal ini mendorong para penulis untuk merangkul seluruh spektrum sifat manusia daripada menggambarkan kepribadian yang ideal atau tanpa cela.