Saya telah belajar bagaimana mengambil suara ketika saya harus menahan diri karena saya harus berkompromi - sesuatu yang harus Anda pelajari, terutama ketika Anda adalah minoritas.

Saya telah belajar bagaimana mengambil suara ketika saya harus menahan diri karena saya harus berkompromi - sesuatu yang harus Anda pelajari, terutama ketika Anda adalah minoritas.


(I have learned how to take votes where I had to hold my nose because I had to compromise - something that you learn to do, especially when you have been in the minority.)

📖 Lois Frankel

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini mencerminkan seni kompromi politik, menyoroti kenyataan praktis bahwa kemajuan sering kali memerlukan konsesi. Ketika seseorang berada dalam kelompok minoritas, kemampuan untuk menavigasi lanskap politik melalui kompromi strategis menjadi hal yang penting. Hal ini mencerminkan pemahaman yang matang bahwa tidak setiap keputusan akan selaras dengan cita-cita awal seseorang, namun untuk mencapai tujuan yang lebih besar mungkin memerlukan konsesi sementara atau pemungutan suara yang sulit. Diplomasi semacam itu memerlukan keseimbangan antara tetap setia pada prinsip-prinsip dan mengakui pentingnya kerja sama pragmatis. Ungkapan 'menahan hidungku' dengan jelas menggambarkan ketidaknyamanan yang menyertai kompromi, menekankan bahwa kadang-kadang, keputusan politik bersifat berantakan dan memerlukan penerimaan terhadap pilihan-pilihan yang kurang ideal demi kebaikan yang lebih besar. Pengakuan ini menumbuhkan empati dalam wacana politik, mengingatkan kita bahwa di balik setiap pemungutan suara terdapat pertimbangan, hubungan, dan pengorbanan jangka pendek yang kompleks. Pemimpin yang mengembangkan keterampilan ini menunjukkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi, yang merupakan kualitas penting dalam menghadapi situasi pemerintahan yang sering bergejolak. Selain itu, kutipan ini menunjukkan pola pikir berkembang; mereka menyadari bahwa belajar dari pengalaman ini—dan menguasai seni berkompromi—adalah bagian dari kepemimpinan yang efektif. Hal ini mendorong perspektif yang lebih menghargai kemajuan jangka panjang dibandingkan hasil yang dicapai dalam waktu dekat, dan mendesak kita untuk menghargai pengorbanan dan negosiasi di balik proses pembuatan kebijakan. Pada akhirnya, wawasan ini menggarisbawahi bahwa politik yang efektif adalah tentang persuasi dan kompromi dan juga tentang keyakinan, dan bahwa terkadang jalan menuju perubahan yang berarti melibatkan pilihan-pilihan sulit yang memerlukan ketabahan pribadi dan politik.

Page views
36
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.